Wednesday, January 1, 2014

Ketua Adat (KADAT) Terpilih

Kelompok Pecinta Alam BIOCITA FORMICA Jurusan Pendidikan Biologi memiliki Kadat baru. Setelah selesai laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, maka terpilihlah Ketua Adat yang baru. 

Kadat ini diemban oleh Taufan Nurzaman Sulaeman (N.P.A. B 131 Ardha Bhumi). Pengangkatan ini berdasar pada Surat Keputusan No : 07/Musyawarah Adat/BIOCITA FORMICA/I/2014 tentang : pengangkatan Mandataris Mudat KPA Biocita Formica Tahun 2014. 


KADAT 
Taufan Nurzaman Sulaeman
B 131 Ardha Bumi

Selamat buat KADAT baru. Jalankan roda kepengurusan satu periode kedepan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Jaga nama baik perhimpunan
Tabah Sampai Akhir...

Monday, December 30, 2013

MUDAT (Musyawarah ADAT)

Hello Genk !!!

Kepada seluruh rekan-rekan, kami menggundang semua diacara tertinggi perhimpunan kami, Musyawarah Adat, yang Insyaallah diselenggarakan, pada:

Hari       : Senin
Tanggal    : 30 Desember 2013 - selesai
Pukul      : 08.00 s/d selesai
Tempat     : Basecamp Biocita

Dimohon kehadirannya untuk Akang, Teteh, dan rekan-rekan semua. Terima kasih 

TSA

Monday, September 16, 2013



SALAM LESTARI.......
 sebagai Manusia yang  peduli dengan  lingkungan. mari kita jaga lingkungan yang ada disekitar kita.
jangan cuma bicara, jangan cuma komentar, apalagi mengotori lingkungan....
berawal dari lingkungan yang ada disekitar kita dahulu......

BIOCITA FORMICA akan mengadakan aksi bersih  yang akan dilaksanakan pada:

hari      : sabtu 21 September 2013
tempat : fpmipa upi dan sekitarnya (http://fpmipa.upi.edu/)

Mari bagi kalian khususnya  Mahasiswa UPI  yang masih mempunyai kepedulian lingkungan kita buat kampus kita bersih dari sampah..........

Saturday, April 13, 2013

botani praktis di danau ciharus

HASIL PENGAMATAN BOTANI PRAKTIS DIDANAU CIHARUS.....
 Identifikasi Bootani Praktis di Sekitar Danau Ciharus Disusun oleh Panca Wana: (Alief Maulana, Muntaha Habibatu Rahmah, Puji Nurhayat, Rahayu Puspa, Riyan Setiawan) Unsur-unsur identifikasi : A. Identitas tanaman : nama ilmiah, nama daerah, klasifikasi B. Ciri-ciri/deskripsi tumbuhan C. Gambar D. Manfaat tumbuhan E. Cara pengolahan F. Tanaman yang berbahaya
TANAMAN YANG DAPAT DIMANFAATKAN : 1. Poh-pohan (Pilea trinervia)
 http://floranegeriku.blogspot.com/2011/06/pohpohan-pilea-trinervia-wight.html
 Klasifikasi
 Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Dilleniidae Ordo : Urticales Famili : Urticaceae
Genus : Pilea
Species : Pilea trinervia
Deskripsi
 Tumbuhan terna,
 • Tinggi bisa mencapai 5 m
 • Daun lunak berbau harum
• Bunganya berwarna kuning
 Pemanfaatan
 Daun muda poh-pohan ini sering dikonsumsi masyarakat sebagai lalaban dan biasa digunakan sebagai obat sakit perut. Selain daunnya wangi segar, ternyata daun tanaman berbunga kuning ini kaya akan antioksidan, juga memiliki kalsium tinggi, fosfor, besi, vitamin A, vitamin C, vitamin B1. Hasil penelitian kandungan kimia simplisia menunjukkan adanya golongan senyawa steroid/triterpenoid, alkaloid dan flavonoid yang dikenal sebagai antioksidan yang dapat mencegah kanker. Menurut Bradley Bolling, PD, peneliti dari Tufts University Boston Amerika Serikat, antioksidan bisa mengurangi akumulasi produk radikal bebas, menetralisir racun dalam tubuh, mencegah inflamasi atau peradangan dan melindungi dari penyakit genetik. 2.
Waluh /Labu Siam (Sechium edule)
 http://www.flickr.com/photos/olivierh/5630725631/
Nama daerah : labu siem (sumatera), waluh siem (sunda), waluh jipang (jawa tengah), manisah (jawa timur)
 Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Violales
Famili : Cucurbitaceae
Genus : Sechium
Species : Sechium edule
Deskripsi
Waluh merupakan tumbuhan suku labu-labuan yang dapat dimakan buah dan pucuk mudanya. Tumbuhan ini biasanya merambat di tanah atau agak memanjat. Buah menggantung dari tangkai, bulat, permukaan berlekuk, berwarna hijau keputih-putihan, dan ada beberapa yang memiliki duri pada buah labunya. Daunnya tunggal, bentuk jantung, tepi bertoreh, ujung meruncing, pangkal runcing, panjang 4-25 cm, lebar 3-20 cm, tangkai panjang, pertulangan menjari, berwarna hijau, permukaannya berbulu. Batangnya lunak, beralur, banyak cabang, terdapat sulur pembelit berbentuk spiral, kasap, berwarna hijau. Akarnya tunggang dan putih kecoklatan. Pemanfaatan Buahnya biasa direbus sebentar untuk menghilangkan getahnya lalu dimakan sebagai lalap atau menjadi campuran sayur bening dan sayur bobor. Buahnya dapat juga dirajang dan menjadi campuran untuk melunakkan siomay. Selain itu daun pucuk dan sulur yang masih muda juga dapat dikonsumsi sebagai sayuran dan biasanya dibuat tumis seperti kangkung. 1. Diuretik. Kandungan air pada labu siam memiliki efek diuretik yang baik sehingga melancarkan buang air kecil. 2. Menurunkan tekanan darah. Melalui urine yang banyak terbuang akibat sifat diuretik dari labu siam, kandungan garam di dalam darah pun ikut berkurang. Berkurangnya kadar garam yang bersifat menyerap atau menahan air ini akan meringankan kerja jantung dalam memompa darah sehingga tekanan darah akan menurun. Kandungan alkoloidnya berfungsi sebagai vasodilator. Oleh sebab itulah, labu siam bisa menurunkan darah tinggi. 3. Buah tanaman ini baik untuk menyembuhkan gangguan sariawan, panas dalam, serta menurunkan demam pada anak-anak karena mengandung banyak air. 4. Gangguan asam urat. 5. Penderita diabetes melitus juga cocok mengonsumsi labu siam yang telah dikukus. Kandungan patinya mengenyangkan sehingga penderita diabetes melitus tak lagi mengonsumsi makanan pokok secara berlebihan.

3. Ajeran/ketul (Biden pilosa)
 http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Bidens_pilosa_100301-0212_tdp.jpg http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Bidens_pilosa_100301-0233_tdp.jpg
Nama daerah : ajeran, hareuga (Sunda), jaringan, ketul (Jawa).
Klasifikasi
 Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Magnoliophyta
 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
 Ordo: Asterales
 Famili: Asteraceae
Genus: Bidens
 Spesies: Bidens pilosa
Deskripsi
 Ketul (Bidens pilosa) adalah sejenis tumbuhan anggota suku Asteraceae, berasal dari Amerika Tengah. Tumbuhan terna ini umumnya ditemukan liar sebagai gulma di tepi jalan, di kebun-kebun pekarangan, di perkebunan-perkebunan, atau pada lahan-lahan terlantar, dan umumnya berada di gunung yang ketinggiannya kurang dari 300 meter di atas permukaan laut. Nama-nama lainnya adalah acerang, ajeran, hareuga, ketul, dan lain-lain. (Anonim, 2012). Tumbuhan ini tergolong terna, tinggi dapat mencapai 150 cm. Batang berbentuk segi empat, warna hijau. Daun bertiga-tiga, masing-masing berbentuk bulat telur (meruncing ke atas), pinggir daun bergerigi. Bunga bertangkai panjang, mahkota bunga berwarna putih dengan putik berwarna kuning. Bagian yang digunakan Seluruh bagian tumbuhan yang berada di atas tanah (herba). (Kiki, 2009). Serta terdapat kembang bunga yang mekar dengan ujung runcing berwarna keunguan dan kuning pada bagian ujung.
 Manfaat Sifat khas dari tumbuhan ini adalah mendinginkan, rasanya pahit, dan melancarkan peredaran darah. Khasiatnya sebagai antiinflamasi, antipiretik, dan antiseptik. Rebusan dari tanaman ini dapat menyembuhkan demam, pencernaan tidak baik, salesma, usus buntu dan wasir. (Kiki, 2009) a. Selesma dan Demam Herba Ajeran 3 gram,Babakan Pule 200 mg,Daun Sembung 3 gram,Daun Poko 2 gram,Air 130 ml,Dibuat infus atau diseduh,minum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml,ulang sampai sembuh. b. Usus Buntu 60-120 gram ajeran + 30-60 gram bawang putih, lalu direbus, kemudian airnya diambil dalam 4 dosis, dan diminum. Cara kedua, herba Ajeran 5 gram,Air 120 ml,buat infus atau pil,minum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml, atau 3 kali sehari 9 pil,ulang selama 20 hari.

BERSAMBUNG,,,, nantikan artikel selanjutnya

biocita didanau ciharus

Wednesday, November 14, 2012

Lembah Harau nan Mantap,,^^


Kabupaten Lima Puluh Koto memiliki Lembah Harau yang cantik dan mempesona. Lembah Harau bisa ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat. Untuk Sampai ke sana, dapat ditempuh dengan bus ke jurusan Payakumbuh dari terminal Aur Kuning di Bukittinggi. Kemudian dilanjutkan dengan naik bus ke arah Sari Lama/ Lamaksari. Dari Sari Lama hanya sekitar 4 Km lagi menuju pintu masuk cagar alam. Lembah Harau ini juga terbagi 2 daerah wisatanya yaitu Sarasah Bunta dan Aka Barayun (Akar Berayun-red). Pada Sarasa Bunta objek yang bisa dilihat hanya air terjun, sementara di Akar Berayun memiliki fasilitas lebih lengkap dan sudah dilengkapi oleh Cottage/Resort. Uniknya di daerah akar berayun ada alat transportasi tradisional Minangkabau yaitu Bendi. Kebun Binatang kecil dan tempat penangkaran kupu-kupu juga dapat dikunjungi di Akar Barayun. Dan yang lebih asyik lagi, di Akar Barayun telah tersedia anak tangga yang bisa mengantarkan pengunjung ke tebing paling atas sehingga pemandangan cantik dari lembah ini semakin membuat kita takjub.
~Akses Jalan Menuju Lembah Harau~

~Informasi Mengenai Gang Trail di Lembah Harau~

Kecantikan Lembah Harau seperti merasakan sensasi benteng yang dibentuk oleh alam dengan ketinggian 80 – 300 meter. Dengan warna tebing yang kemerah-merahan sampai kehitam-hitaman, dulunya Lembah Harau dipercaya sebagai lautan yang mengering. Legenda ini diperkuat hasil dari survey pada tebing-tebing di Lembah Harau oleh tim geologi Jerman (Barat), menemukan jenis batuan Breksi dan Konglomerat yang merupakan jenis bebatuan yang umumnya terdapat di dasar laut. Tebing-tebing kokoh ini juga sering dipakai oleh para pemanjat untuk mengasah keahlian panjat mereka.

~Tebing-tebing yang Membentengi Lembah Harau~

Disela-sela tembok alam itu muncul tujuh buah air terjunnya (serasah) yang airnya meluncur deras memenuhi kolam-kolam di bawahnya. Nama-nama air terjun ini diantaranya adalah air terjun Akar Berayun, air terjun Sarasa Bunta, air terjun Sarasa Murai, dan air terjun Sarasa Luluh. Air ini juga mengairi sawah yang terhampar luas dan mengiasi lembah. Hamparan sawah membuat mata menjadi segar. Selain arena persawahan di lembahnya Hanau, dataran tingginya juga memiliki keindahan tersendiri. Di dataran tingginya akan di temukan cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau seluas 270, 5 hektar.
Lembah Harau ditetapkan sebagai cagar alam sejak 10 Januari 1993 sementara taman wisata sendiri yang memiliki luas 27,5 hektar ini ditetapkan sejak tahun 1979 (jadi duluan jadi taman wisata baru cagar alam :p). Cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau memiliki berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi yang dilindungi, plus sejumlah binatang langka yang menghuni dan dilindungi undang-undang seperti monyet ekor panjang (Macaca fascirulatis), siamang (Hylobates syndactylus) dan simpai (Presbytis melalopos), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), beruang (Helarctos malayanus), tapir (Tapirus indicus), kambing hutan (Capriconis sumatrensis), dan landak (Proechidna bruijnii). Sebanyak 19 spesies burung, termasuk burung kuau (Argusianus argus) dan enggang (Anthrococeros sp).
~Air Terjun yang Mengiasi Tebing-tebing di Lembah Harau~

~Kolam-kolam yang Menampung Derasnya Air Terjun di Lembah Harau~

~Sawah-sawah Nan Hijau Terbentang di Lembah Harau ~

Jadi hanya dengan tiket masukyang murah, kita sudah bisa menikmati potensi taman wisata ini dari air terjun, gua, celah alam, dan tebing terjal yang membentuk suatu pemandangan yang indah dan menakjubkan. Mau coba?

Thursday, January 26, 2012

ASSALAMUALAIKUM Hallo genk Hadirilah MILAD PERAK (ke 25) Biocita yang akan diadakann di di villa kolam renang purnama kencana jl. Raya dampit km 3,5 cicalengka arah curug cinulang untuk pembayaran peserta Rp 100.000,- dapet fasilitas : - menginap 2 hari 1 malam di Villa.. - Makan pagi, siang, sore, malem plus snack.. - Transport menuju lokasi.. - Potong tumpeng.. - Potong kue.. - GAMES KELUARGA BESAR KPA BIOCITA.. - Souvenir (gantungan kunci, sticker milad, sticker KPA BIOCITA) - etc... Pembayaran bisa dimulai Hari Ini.. (bagi yang ingin mengajak keluarga dan sanak saudara diperbolehkan) more info CP : Dhiyassalam Imam B 120 SK (085721589399) Anita Nurlela Dinata B123 SK (081809662687) Badru Zaman B 114 GA (085321103973) Pembayaran boleh langsung ke Basecamp BIOCITA , atau transfer ke rekening BNI (0199484471) a.n. Anita Nurlela Dinata.. ditunggu genkkk

Saturday, April 30, 2011

Email dan Password Blog

Hallo Genk
Blog ini dah terlantar sekian lama, ok kalo begitu qt sebar aja ya emailnya:
Siapapun genk yang mau update, bisa login ke blog ini pake email bersama: biocita_formica87@yahoo.co.id passwordnya ...... (waktu tayang habis)

Terus pesen berikutnya, khusus buat pengurus yang masih aktif sering-sering update ya, kalo kita kan bingung updatenya kerna bahan-bahan rata-rata kan ada di beskem
sekian dulu deh

Salam lestari

Friday, October 29, 2010

Curahan lama tak nulis

Hallo gank... maaf jika selama ini blog kurang di update oleh anggota aktif di kampus... tentu bukan karena sesuatu selain sedikit kambuh penyakit malas... semoga di maklum.

alhamdulillah KPA BIOCITA FORMICA memiliki ketua adat baru Bambang Ekanara (B107BC).
alhamdulillah KPA BIOCITA FORMICA memiliki basecamp baru di Geger Arum (deket sekre KHAUF lama)...
alhamdulillah KPA BIOCITA FORMICA Insya Allah masih dipercaya untuk membuka stand pameran HCPSN di parkir Gedung Sate (5-6 November 2010) datang ya...

dan banyak lagi hal2 yang patut kita syukuri...

tentunya media blog ini masih kita perlukan untuk publikasi meskipun sekarang sedikit turun pamor dengan adanya jejaring sosial yang lain (FB ato Twitter). karena itu mari kita sambut ajakan kang Aam untuk ikut urunan menyumbang artikel.... semangat...

Wednesday, September 29, 2010

Musyawarah ADAT KPA BIOCITA FORMICA

Kepada seluruh Anggota KPA BIOCITA FORMICA, pada

Hari: Sabtu
Tanggal: 2 Oktober 2010 - selesai
Pukul 15.00 WIB

akan di adakan Musyawarah Adat.

Mohon kedatangannya.

Untuk konfirmasi, hub.
INDRA (08561480104)

Monday, August 23, 2010

BUKA BERSAMA KPA BIOCITA FORMICA 2010

KPA BIOCITA FORMICA, akan mengadakan kegiatan acara buka bersama, pada:

  • Hari : Rabu, 1 september 2010
  • Tempat: Sekretariat baru KPA BIOCITA FORMICA
  • Pukul : 15.00 WIB - selesai
  • Biaya : Rp. 20.000

CP.Jhon 'ijonk' Hendry : 0856 696 09099 (sms)

Fuji Caucasus Hyourinmaru : langsung konfirmasi ke wall

paling lambat konfirmasi hari selasa, 31 Agustus 2010 beserta pembayaran. Pembayaran bisa di transfer.

Monday, August 16, 2010

Pemutakhiran Blog

Pemutakhiran Blog KPA Biocita Formica akan dilakukan secepatnya. Kepada para anggota yang akan memposting, silahkan kirim email ke Aam Amarullah

Ayo semangat Geng...tetap beri informasi bagi semua anggota dan orang luar

Saturday, March 6, 2010

HUTAN SANCANG, Kabupaten GARUT

Masyarakat tempo dulu cukup arif menggunakan hutan. Hutan sebagai sandaran kehidupan, tempat bertani dan berburu satwa diakui keberadaannya. Bentangan hutan masih lestari sampai puluhan tahun. Mereka tidak sekedar memahami pentingnya hutan untuk ketersediaan air dan udara. Tapi hutan ada dalam hatinya berwujud kepercayaan sakral. Jangankan pohonnya ditebang, beberapa hutan bahkan dilarang dimasuki. Istilah pamali dan hutan larangan cukup ampuh mencegah pembalakan hutan


Ada semacam keyakinan bahwa roh para raja bersemayam di hutan. Misalnya Prabu Siliwangi yang menjelma menjadi macan putih konon bersemayam di hutan Sancang. Mitologi inilah yang menyebabkan masyarakat tempo dulu menghormati hutan. Tidak semua hutan dibuka dan dimasuki. Banyak hutan besar terlindungi secara alami disebabkan budaya yang dipegang teguh walaupun tanpa aturan tertulis ataupun peraturan daerah seperti sekarang.
Seiring perkembangan jaman, hal itu memang hanya mitos. Sesuatu yang sekedar tahayul dan di luar logika. Namun kemudian timbul pertanyaan di benak kita: Apakah hutan tidak lagi dihormati? Hutan menjadi tak layak dilindungi? Tanahnya dijejak, pohonnya ditebang? Lalu hutan jadi sah untuk dijarah?

Objek wisata hutan Sancang terletak 2 km dari pusat Kecamatan Pameungpeuk, 20 km dari kota Kabupaten Garut dan 180 km dari Bandung. Objek ini dapat dicapai dari dua tempat, yaitu Pameungpeuk dan pantai Cijeruk Indah. Untuk mencapai ke sana, dari Pameungpeuk pengunjung dapat menggunakan bus ke jurusan perkebunan karet Mira-Mare yang rutenya melalui pinggir kawasan dengan tarif Rp. 3.000/orang, atau angkot dengan tarif Rp. 4.000/orang. Apabila menggunakan ojeg, tarifnya Rp. 7.500 dari Pameungpeuk dan Rp. 3.500,- dari pantai Cijeruk Indah.

Bus yang melalui daerah ini hanya 3 bus/ hari. Jalan menunju ke hutan ini adalah kelas jalan kecamatan dan dengan lebar jalan 3 m, dan jalan desa selebar 2,5 m, serta jalan setapak (foot trail) selebar 0,5 m. Pada umumnya kondisi jalan dalam keadaan sedang diperbaiki. Diantaranya dalam kondisi rusak, jalan kelas V sepanjang 75 km dengan kondisi rusak. Jembatan berjumlah 5 buah jembatan beton sepanjang 27 m.

Hutan Sancang merupakan hutan alami, dan terletak di bagian selatan Kabupaten Garut, berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya. Tepatnya di Desa Sancang Kecamatan Cibalong dan memiliki luas 2.157 ha. Wilayah ini berada di ketinggian 0-3 m di atas permukaan laut. Tebing-tebing curam terdapat di sebagian pesisir pantai, khususnya di daerah sebelah timur yaitu wilayah Karang Gajah.

Hutan yang langsung bersentuhan dengan Samudra Indonesia ini mempunyai temperatur rata-rata 270 C per tahun, dengan suhu antara 170 C-280 C. Material tanahnya berpasir dan tanah gambut di bagian pesisir, sedangkan di daerah yang mempunyai radius 200 m dari garis pantai memiliki material tanah daratan pada umumnya, yaitu tanah hitam berbatu dengan tingkat kestabilan dan daya serap tanah yang cukup baik.

Kondisi lingkungan wilayah Hutan Sancang termasuk ke dalam kategori bentang alam yang baik dan menarik serta unik. Hutan Sancang juga merupakan cagar alam yang dilindungi dan memiliki ekosistem hutan tropis. Kualitas lingkungan dan kebersihannya pun masih terjaga, walaupun di bagian timur, yaitu di pesisir pantai, terdapat pondok nelayan yang menetap dan memanfaatkan lahan di area konservasi ini.

Di hutan ini tidak terdapat pencemaran (air, tanah, udara, sampah atau vandalisme), akan tetapi sering terjadi penebangan liar, perambahan hutan dan penjarahan/pencurian kayu, khususnya kayu meranti merah yang tergolong tumbuhan langka. Perambahan hutan tersebut telah menurunkan tingkat dan kualitas lingkungan Hutan Sancang dan menyebabkan kerusakan yang cukup serius.

Pada saat ini perusakan Cagar Alam Hutan Sancang telah mencapai lebih dari 200 ha. Hal tersebut, juga sangat berpengaruh bagi kelangsungan ekosistem setempat. Apabila dilihat dari segi visabilitas, hutan Sancang memiliki tingkat pandang yang bebas dengan panorama alam yang indah dan eksotis, namun apabila berada di dalam hutannya, maka akan sulit untuk melihat kearah pantai karena susunan tumbuhan/pepohonan di Hutan Sancang sangat rapat.

Daya tarik utama yang terdapat di cagar alam ini adalah hutan yang masih asri dengan ekosistem yang unik dan pemandangan alam indah. Di hutan ini terdapat hutan bakau, sungai, berbagai jenis flora dan fauna, dan gugusan-gugusan batu yang menimbulkan panorama alam yang unik. Flora dominan yang terdapat di Hutan Sancang antara lain pohon ketapang, pohon bakau, tumbuhan Sorea, palahlar (Dipterocarpus spee.div), serta jenis tumbuhan/ flora pantai seperti agar-agar laut (Gracilaria, SP1), trumbu karang (Afluda mutica), paris (Mycrophyllum bracilieneis), kades (Gelidium lam) dan juga flora lain yang beragam jenisnya termasuk pohon meranti merah dan pohon Kaboa (Dipteroearpus gracilis) yang langka. Sedangkan fauna yang dominan di hutan ini antara lain banteng (Bos sonda/cus), macan tutul, monyet, lutung, dan burung merak.

Hutan Sancang yang merupakan salah satu cagar alam di Indonesia yang bertaraf Internasional ini belum tersentuh oleh fasilitas pariwisata secara khusus. Untuk fasilitas penunjang di Hutan Sancang hanya terdapat 1 pos jagawana serta petugas yang berjumlah 180 orang. Untuk aktivitis yang dapat dikembangkan di Hutan ini adalah: tracking, fotografi, menelusuri hutan, penelitian ekosistem alam, memancing, berkemah, dan aktivitas-aktivitas yang tidak merusak dan mengganggu ekosistem hutan.

Adapun mayoritas pengunjung yang datang ke Hutan Sancang ini berasal dari Garut, Bandung dan Jakarta. Landasan hukum kawasan hutan wisata ini ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 116/Um/1959 tanggal 1 Juli dengan luas wilayah laut sekitar 150 ha dan kini dikelola oleh Departemen Kehutanan.

Dulu, selain dikenal keangkerannya. Sancang juga memendam berbagai cerita yang unik. Menurut sumber tradisional, Sancang dahulu kala merupakan wilayah kerajaan. Salah satu penguasanya yang termashur dikenal dengan nama Rakean Sancang. Cerita ini juga didukung oleh beberapa situs purbakala yang diyakini sebagai bekas-­bekas peninggalan Kerajaan Sancang.

Hutan Sancang adalah hutan yang dilegendakan sebagai tempat tilem (tempat hilangnya) Prabu Siliwangi. Di hutan ini juga terdapat pohon Kaboa (mirip dengan pohon bakau/Mangrove) yang menurut kepercayaan setempat merupakan penjelmaan para prajurit Pajajaran yang setia kepada Prabu Siliwangi. Oleh karena itu hutan ini dipercaya sebagai hutan keramat yang memiliki daya magis bagi kalangan masyarakat lokal.

Nama Sancang yang tersusun dari huruf-huruf Sancang dipercaya memiliki arti khusus, yaitu :
  • S mempunyai arti : Sasakala asal usul carita sesepuh urang-urang sadaya, yang berarti Hutan Sancang merupakan tempat asal usul nenek moyang kita semua.
  • A mempunyai arti: Anu luhur tur ngahiang, yang berarti daerah Sancang adalah daerah keramat dan sejak zaman dahulu sudah dikenal.
  • N mempunyai arti: Nyata sarta talapakuran tah ku aranjeun manusa, yang berarti Hutan Sancang adalah nyata dan perlu untuk dikaji oleh setiap manusia.
  • C mempunyai arti: Cacandran carita sesepuh urang sadaya, yang berarti Sancang adalah asal usul cerita tentang nenek moyang kita semua.
  • A yang kedua mempunyai arti: Aya nya carita Pasundan/ Padjajaran, yang berarti asal-mula dari kerajaan Pasundan dan Padjajaran.
  • N mempunyai arti: Nagri Padjajaran tilas Siliwangi, yang berarti Hutan Sancang merupakan salah satu wilayah negeri Padjajaran peninggalan Siliwangi.
  • G mempunyai arti: Goib di Sancang Pameungpeuk Garut, yang berarti Hutan Sancang mempunyai cerita gaib dan setiap manusia harus mempercayai hal-hal yang gaib.
Seperti pada kawasan konservasi umumnya, tidak ada sarana pariwisata di hutan ini, baik yang berupa fasilitas akomodasi ataupun rumah makan, tetapi apabila pengunjung ingin bermalam dapat menggunakan fasilitas akomodasi terdekat yang terletak di Kecamatan Pameungpeuk. Untuk fasilitas rumah makan juga terdapat di Kecamatan Pameungpeuk, sekitar 13 km dari pusat pemerintahan kecamatan.


Namun cerita dari hutan ini yang paling populer tentu saja mitos mengenai harimau (maung) Sancang, atau lebih dikenal sebagai Maung Kajajaden. Cerita tentang Harimau Sancang banyak diyakini bukan cuma isapan jempol. Konon banyak orang yang melihat dengan mata kepala sendiri keberadaan harimau di hutan tersebut. Menurut cerita itu pula, harimau-harimau di Sancang bukanlah sembarang harimau. Hewan itu konon jelmaan dari Prabu Siliwangi - Raja Pajajaran - serta anak buahnya yang ngahiang (menghilang). Mereka kemudian berubah ujud menjadi harimau karena dikejar-kejar oleh Kian Santang, putera Prabu Siliwangi sendiri, karena tidak mau masuk Islam dan dikhitan.

Banyak orang percaya bahwa harimau-harimau itu bisa berubah ujud kembali menjadi manusia. Manusia jadi-jadian ini sering berkeliaran di sekitar Sancang, bahkan ada di antaranya yang memperistri manusia biasa. Yang membedakannya dengan manusia biasa, manusia harimau ini konon katanya tidak memiliki ruruncang (lekukan di bawah hidung).

Yang jelas, hutan ini memang unik. Banyak dari jenis fauna dan flora yang ditemukan di hutan ini sulit ditemukan di tempat lain. Oleh karena itulah, pemerintah melalui Mentri Kehutanan pada 1978 menetapkan hutan Sancang sebagai hutan konservasi (suaka margasatwa) yang dilindungi. Di hutan ini dulu banyak ditemukan merak, julang, banteng, harimau Jawa, dan kancil. Juga ditemukan pohon reunghas dan kaboa yang disinyalir hanya tumbuh di hutan ini. Konon, jika menjelajahi hutan Sancang dan tidak ingin diganggu harimau, kita harus membawa kayu kaboa sebagai jimat pelindung. Bahkan bisa digunakan untuk memanggil harimau kajajaden, dengan cara diketrukkeun kana taneuh, dimana pun kita berada.

Karena keunikannya pula, hutan ini menjadi tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Baik wisatawan yang hendak menikmati keindahan alamnya, maupun wisatawan yang hendak berziarah ke situs-situs purbakala. Sayangnya, keadaan Sancang kini sangat jauh berbeda dengan hutan Sancang yang dulu. Keangkeran hutan ini mulai lenyap seiring dengan banyaknya pepohonan yang ditebang perambah liar. Sebagian lahannya dijadikan ladang pertanian.

Menurut penelitian tahun 2004, hampir setengah dari luas areal hutan Sancang telah hancur. Kekayaan flora dan faunanya banyak yang ikut hilang. Pe­ngunjung jarang menemukan hewan-hewan khas hutan ini karena habitatnya dirusak. Bahkan pernah tersiar kabar banteng sancang sempat ditemukan berkeliaran di perkampungan penduduk. Sancang Ilang dangiang, yang artinya Sancang kehilangan jati dirinya, walaupun upaya-upaya reboisasi terus dilakukan untuk mengembalikan hutan ini seperti keadaannya semula.

Disadur dari: KABAR INDONESIA

Friday, November 6, 2009

Yang merindukan berkelana bersama alam

BALADA SEORANG KELANA

Keheningan alam di tengah rimba sunyi
Kuberjalan seorang diri sbagai seorang kelana
Kudambakan jiwaku padamu oh Tuhanku
Kuberdoa sepenuh hati smoga tercapai tujuanku

Kuberjuang penuh tekad demi nusa dan bangsa
Dingin, hening dan sepi di daun angin berbisik
Hai kelana tabahkan hatimu
Tuhan slalu besertamu

(Abah Iwan Abdulrahman)

Thursday, September 17, 2009

KEPADA SELURUH REKAN-REKAN,
KPA BIOCITA FORMICA JURUSAN PENDIDKAN BIOLOGI UPI,

" SELAMAT HARI RAYA
IDUL FITRI 1428 H "





Monday, September 7, 2009

"BANTAI"

Kepada seluruh Anggota Biocita Formica (baik Anggota Biasa dan Anggota Muda) dan seluruh Warga Civitas akademik Jurusan Biologi, menyambut bulan suci ramadhan,

KPA Biocita FORMICA akan mengadakan ACARA "BANTAI" (Buka BAreng RamadhaN di BiociTA FormIca)

----------------------------------------- BANTAI---------------------------------------

Hari : Sabtu
Tanggal : 12 September 2009
Tempat : Sekretariat KPA BIOCITA FORMICA
Biaya : Rp. 15.000,-
Menu : Di pastikan anda akan Puas dan kenyang (Tajil +Menu Utama)

--------- Konfirmasi kehadiran dapat atau tidaknya mengikuti acara ini paling lambat
Jum'at, 11 September 2009 ----------

Contact Person Telp/SMS:

INDRA "Abah" 08561480104
Riany 085222387377

----------------------------- Di Tunggu Kehadirannya ---------------------------

Monday, August 10, 2009

Album Kegiatan Biocita


primate day (2007)


Semiloka hasil perjalanan Badai Rimba (angk.21) (2008)


Seminar nasional dan temu alumni (2009)


Gladian Panji Geografi (2008)


mentoring Panjat (2009)

Monday, June 22, 2009

Persami Bara Cakrawala

Perjalanan dimulai pada hari Sabtu, tanggal 21 Februari 2009. Perjalanan kali ini diikuti oleh 26 orang, 15 orang diantaranya anggota Biocita dan sisanya merupakan warga Biologi. Saat pemberangkatan, ada tiga tim pemberangkatan, yaitu tim pertama yang berangkat pada pukul 11.15 WIB, tim kedua yang berangkat pada pukul 13.00 WIB, dan tim ketiga berangkat ba’da ashar.
Perjalanan dimulai dari UPI pada pukul 11.15 WIB sampai ke desa Patrol menggunakan kendaraan, perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 1 jam dengan kata lain kami sampai pada pukul 12.10 WIB. Setelah beristirahat dan melaksanakan shalat Dzuhur kami melanjutkan perjalanan pada pukul 12.40 WIB. Perjalanan pun dilanjutkan dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan berbagai keindahan mulai kami jumpai, setelah melewati area perkampungan, kami mulai memasuki hutan pinus. Di area ini kami menemukan Oxalis sp (Calincing), tumbuhan yang dapat dimakan dan berasa asam.



Usai menikmati udara di hutan pinus, kami pun memasuki kawasan perkebunan kina. Menurut sumber yang didapat, perkebunan ini sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Perjalanan ini cukup panjang terlebih saat hujan turun. Tetapi, di sepanjang perkebunan ini pula kami mendapatkan sampel lainnya. Rubus rosaefolius atau arbei kami temukan di pinggir-pinggir perkebunan. Selain itu ada pula Bonteng Naga yang tumbuh dan melilit pada beberapa tanaman kina, bagian yang kami manfaatkan adalah buahnya. Di perjalanan ini pula kami bertemu dengan Mapaligi, kelompok pecinta alam dari UNIKOM. Setelah hampir 5 jam kami pun sampai di tempat yang dijadikan basecamp.
Keesokan paginya kami melanjutkan perjalanan, teknik pendakian yang kami gunakan adalah teknik Alpen. Perjalanan ke Sanggara dimulai pada pukul 10.15 WIB setelah semua perlengkapan kami siapkan. Jumlah peserta yang mendaki Sanggara adalah 23 orang. Selama pendakian, kami melakukan sampling BZP. Beberapa yang kami temukan adalah Begonia sp, Centella asiatica, Rubus rosaefolius, dan sebagainya. Pendakian ke Sanggara memakan waktu kurang lebih satu jam. Kami sampai di puncak pada pukul 11.34 WIB.


puncak Sanggara

Puncak Sanggara tidak terlalu luas, disana terdapat nisan peringatan pendaki dari KPA PAMOR. Setelah sejenak memanjatkan doa untuk almarhum, kami melanjutkan sampling BZP di daerah sekitar puncak. Selain sampel BZP, ditemukan pula beberapa spesies lain diantaranya Arrisemia filiformis.


Pukul 13.00 WIB kami pun memutuskan untuk kembali ke basecamp. Menjelang pulang, hujan mulai turun dan bertambah lebat saat kami tiba di basecamp.


Pada pukul 16.20 WIB kami berangkat menuju ke Kampung Patrol untuk pulang. Sepanjang perjalanan, hujan masih tetap turun. Pukul 18.00 WIB kami tiba di tempat tujuan untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke UPI dengan menggunakan kendaraan. Pukul 19.25 WIB tim akhirnya tiba di UPI.

Edit by Div.Humas

Thursday, June 4, 2009

Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia

Hallo Gank....

Setelah sekian lama tidak berkesempatan mengupdate blog ini, akhirnya ada kesempatan.

tanggal 5 Juni biasa diperingati seluruh warga dunia sebagai hari lingkungan hidup. Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni, penetapannya dimulai sejak tahun 1972 melalui Sidang Umum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan menetapkan tanggal tersebut sebagai hari lingkungan hidup sedunia. Pada tahun yang sama dibentuk UNEP (United Nations Environment Program) yang bertanggung jawab terhadap peringatan World Environment Day setiap tahunnya di berbagai negara.

Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati kedua terbesar di dunia tampaknya masih jauh untuk bebas dari permasalahan lingkungan hidup. Negara kita masih tercatat sebagai perusak hutan terhebat di dunia (euleuh...?). Selain itu, singgungan antara kepentingan ekonomi dan ekologi di negeri ini juga tidak berimbang. Dengan mudah, kawasan ekologi bisa berubah menjadi pusat ekonomi.

Sebagai warga Indonesia, kita bertanggung jawab kepada Tuhan YME dan seluruh warga dunia untuk ikut menjaga kelestarian alam Indonesia.

Banyak hal bisa kita lakukan seperti : Buang sampah pada tempatnya, buang limbah setelah diolah dan layak buang, mengurangi penggunaan material plastik, dan saling megingatkan untuk bersama-sama menjaga alam.

Sesederhana itulah sebenarnya cara untuk menjaga lingkungan hidup. Hal yang terberat adalah menjaga konsistensi dan menegakkan hukum.... SALAM LESTARI..!

Sunday, May 10, 2009

Penjelasan Tentang Blog Biocita

Sepertinya ada yang musti disampaikan nich tentang kelanjutan blog...
Sehubungan dengan keberadaan admin yang jauh dari markas (tangerang) maka dimohon buat semua anggota yang bersedia untuk tetap mengelola blog secara terjadwal untuk mengirimkan e-mailnya ke e-mail admin (dna_amroe2006@yahoo.co.id) atau (dna.amroe2006@gmail.com) nanti qt kirim undangannya untuk ditingkatkan keanggotaan blog sebagai admin.

Mohon maaf bahwa tindakan diatas harus dilakukan berhubung hingga saat ini admin cukup kesulitan menghubungi anggota-anggota yang masih 'ol' di kampus jadi mohon dengan sangat bagi anggota yang masih di kampus untuk bergabung sebagai admin biar tetap up to date

Adapun penawaran keanggotan admin ini dilakukan karena; dengan sangat memohon maaf bahwa account halaman utama blog masih menggunakan e-mail pribadi, hal ini terjadi karena awalnya blog ini coba-coba, eeh keterusan..he-he...oleh sebab itu halaman utama blog dengan sangat terpaksa tidak bisa dikirimkan acountnya...

Akan tetapi untuk halaman lain (seperti blog masing-masing angkatan, blog divisi, dll yang tertaut dengan halaman utama telah menggunakan account biocita (biocita_formica87@yahoo.co.id dengan password 'halogenk' (terpaksa nih paswordnya diumbar, habis...jadi sesiapapun yang merasa sebagai anggota boleh..sangat boleh untuk mengedit halaman masing-masing angkatan pada link nya masing-masing dengan account bersama tersebut,

Sekian..terima kasih
n/b
Demi keamanan data, nama password diatas akan segera dihapus dalam jangka waktu seminggu setelah informasi ini