Friday, September 5, 2008

Launching Situs SCP

Hello Genk !!!

KPA Biocita Formica, hari ini meluncurkan situs baru tentang SCP (sanggara - Cileat Project). Silahkan rekan-rekan semua memberi sumbangsih saran dan komentarnya.

Bagi rekan-rekan yang akan mengunjunginya, alamat web nya tersedia di http://sanggara-project.blogspot.com


Wednesday, September 3, 2008

Buka Bareng......."BUBAR"

Undangan untuk semua Anggota Biocita, menghadiri "Buka Bersama" Sekaligus syukuran base camp baru, insyaallah akan diadakan pada :

Waktu : 17.00 - s.d selesai
Hari : Sabtu
Tanggal : 06 September 2008
Lokasi : Base Camp Terbaru (Gg.Geger Arum no 115 " tak jauh dari belakang kolam renang UPI")

Untuk biaya "tajil & makan", dikenakan Rp 20.000 @ orang
konfirmasi paling lambat 06 september 08 pagi hari (09.00wib) "bagi yang dapat hadir"

CP : Rita Agustina "Itok" 08996960324
Fitri wasilah "Wasil" 081321883064

SIDANG NOMOR AB....(Angkatan Biasa)

Alhamdulillah kegiatan Sidang Nomor AB berjalan lancar, dilaksanakan di cileat - Subang, 27 - 31 Agustus 2008. Kegiatan ini dihadiri Azhar Fanani "Kadat" (B 096 KR), Habib Ali (B 093 KR), Fitri Wasilah "wasil" (B 096 KR), R. Akhmad Febry "febri" (B 075 TB) dan Dani Afgani "DAF" (B 068 BA). Peserta berjumlah sembilan orang, yaitu :

Rita Agustina (B 097 BR)
Ikmanda Nugraha (B 098 BR)
Fuzi Muhyidin (B 099 BR)
Suroya (B 100 AG)
Indra Fardhani (B 101 BR)
Yayan Hendrayana (B 102 EL)
Endang Tirtana (B 103 EL)
Russer Putra K (B 104 BR)
Rangga Banyu O (B 105 EL)

SElamat dan Tabah Sampai Akhir .....


Monday, September 1, 2008

Apa Kabar Jang Iwan "LEGHO" ?

Pada hari jum'at sampai sabtu kemarin, saya main ke sepanjang pantai dari Pangandaran sampai Pantai Sancang. Saya menyusuri jalanan pingggiran pantai selatan dari Pangandaran hingga Sancang menggunakan kendaraan roda 4. Pemandangan yang disuguhkan sangatlah indah sekali. Ketika perjalanan sampai di Sancang, saya kebingungan untuk mencari tempat menginap (maklum, dana tersedia terbatas karena di pakai nginep di hotel di Pangandaran). Lalu saya teringat salah seorang anggota kita, yaitu Jang Iwan Legho. Dia adalah angkatan Lembah Lembayung, nomor anggotanya lupa euy gak nanya (hehehe maaf...).

Ketika saya hubungi, dia kebetulan lagi berada di Pameungpeuk. Ya sudah kebetulan sekali, mobil dipacu dalam kecepatan 80- 100 km/jam di sekitar perkebunan Mira Mare Cibalong Sancang menuju Kampung Baru kediaman Iwan. 15 menit kemudian saya sudah tiba di rumah Iwan. Kami melepas kangen setelah kurang lebih 3 tahun tidak berjumpa. Setelah ngobrol banyak, kami pun terlelap tidur. Keesokan harinya, saya dan iwan main ke pantai mangrove di daerah Tjikolomberan. Perjalanan di tempuh kurang lebih 1 jam dengan berjalan menyusuri pantai dari muara Tjijeruk. Selama perjalanan kenangan masa lalu teringat, dari perjalanan bersama anggota muda, skripsi, dan susur pantai.

Dari kejadian tersebut, saya bisa mengambil kesimpulan, Jika Kita Sesama Anggota Biocita Harus Tetap Menjaga Tali Silaturrahmi Di antara Sesama, karena Kita Nantinya Bakalan Membutuhkan Mereka dan Kita Tidak Akan Mengalami Kesulitan yang Berarti Ketika Melakukan Perjalanan ke Manapun. Intinya Kita Akan Diberikan Kemudahan dalam Hal Tempat untuk Singgah atau Menginap ketika Melakukan Perjalanan yang Tidak Kita Perhitungkan serta Beberapa Hal Lainnya. TSA.

Saya dengan Legho di Mangrove

Wednesday, August 20, 2008

Sebagai Sahabat Saya Bangga...

Oleh B 071 BA

Saya buka situs di alamat ini, saya membaca artikel dari republika tentang kegiatan sahabat kita KPA PAMOR UPI. Mereka mengadakan kegiatan untuk menaklukan 14 gunung dalam 334 jam. Hebat...saya pribadi menjadi terpacu semangatnya untuk terus mengharumkan BIOCITA Formica ini. Buat semua genk Biocita Formica, ayoo...!!! tetap semangat, kita rubah BIOCITA menjadi salahsatu Pecinta Alam yang diperhitungkan...

Berikut ringkasan Cerita dari PAMOR yang dikutip dari Republika

MATARAM-- Tim mahasiswa Fakultas Olahraga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengaku telah 'menaklukkan' 14 puncak gunung dalam pendakian maraton yang diberi nama 'Pamor 14 Peaks Expedition 2008'.


Pengakuan itu disampaikan Ketua Pelaksana Pamor 14 Peaks Expedition 2008, Tantan Rustandi yang didampingi Ketua Adat Organisasi Pamor, Adi Solehudin, saat tim pendakian beristirahat di kawasan wisata Senggigi, Mataram, Jumat.

Keduanya menjelaskan bahwa ekspedisi pendakian 14 puncak gunung itu dilakukan selama 13 hari 22 jam atau 334 jam dari target 14 hari atau sehari satu gunung.

Pendakian dimulai dari Gunung Pangrango di Jawa Barat yang memiliki ketinggian 3.019 meter diatas permukaan laut (mdpl) tanggal 8 Juli lalu hingga Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan ketinggian 3.758 mdpl, tanggal 21 Juli 2008.

"Pendakian 14 puncak gunung itu dilakukan oleh tim besar, terdiri dari tujuh orang pendaki dan 12 orang tim pendukung sekaligus manager pendakian," ujar Rustandi diamini Solehudin.

Rustandi menyebut tujuh orang pendaki itu yakni Ganjar Ramdani (22), Ari Ardiansyah (22), Yadi Syaefudin (26), Lutfi Asis (20) Diky Oktara (21), Dadan Sarmada (21) dan Wawan Mustika (23).

Rustandi dan Solehudin menjelaskan, pendakian Gunung Pangrango dilaksanakan tanggal 8 Juli 2008 dalam waktu delapan jam dimulai dari pukul 06.00-14.00 WIB, pendakian Gunung Ciremai juga di Jawa Barat dengan ketinggian 3.048 mdpl tanggal 9 Juli 2008 dalam waktu 7,40 jam dari pukul 07.50-15.30 WIB.

Pendakian Gunung Slamet di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.432 mdpl tanggal 10 Juli 2008 dalam waktu 8,50 jam dari pukul 07.10-15.50 WIB, Gunung Sindoro juga di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.136 mdpl didaki tanggal 11 Juli 2008 dalam waktu 6,50 jam dari pukul 04.40-11.30 WIB.

Selanjutnya, Gunung Sumbing (Jawa Tengah) dengan ketinggian 3.371 mdpl tanggal 12 Juli 2008 dalam waktu 7,56 jam dari pukul 04.30-13.24 WIB, Gunung Merbabu (Jawa Tengah) dengan ketinggian 3.142 mdpl tanggal 13 Juli 2008 dalam waktu 7,30 jam dari pukul 02.00-09.30 WIB dan Gunung Lawu (Jawa Tengah) dengan ketinggian 3.265 mdpl tanggal 13 Juli 2008 dalam waktu 6,45 jam dari pukul 17.09-23.54 WIB.

Pendakian Gunung Wilirang di Jawa Timur dengan ketinggian 3.156 mdpl yang letaknya berdampingan dengan Gunung Arjuna dengan ketinggian 3.334 mdpl, tanggal 14-15 Juli 2008 dalam waktu 21,40 jam.

"Aktivitas pendakian kedua gunung ini (Wilirang dan Arjuna) sangat melelahkan karena waktunya hampir mencapai sehari dalam dua hari pendakian," ujar Rustandi.

Sedangkan pendakian Gunung Semeru di Jawa Timur yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl ditempuh dalam dua hari dimulai pada tanggal 15 Juli pukul 20.14 WIB hingga tanggal 16 Juli pukul 15.15 WIB.

Demikian pula pendakian Gunung Argopuro yang memiliki ketinggian 3.088 mdpl yang ditempuh dalam dua hari atau dalam waktu 24,24 jam yakni tanggal 17 Juli pukul 04.45 hingga 18 Juli pukul 05.12 WIB.

Pada tanggal 19 Juli pendakian dilakukan di Gunung Raung juga di Jawa Timur yang memiliki ketinggian 3.332 mdpl, dalam waktu 12 jam dari pukul 02.00-14.00 WIB.

Tanggal 20 Juli 2008 giliran Gunung Agung di Pulau Bali dengan waktu pendakian 8,26 jam dari pukul .34-14.00 WIB dan pendakian terakhir tanggal 21 Juli 2008 di Gunung Rinjani (NTB) selama 18 Jam dari pukul 10.00-22.04 WIB.

"Berbagai bukti pendakian 14 gunung secara maraton itu seperti catatan perjalanan, dokumentasi dan bukti-bukti lainnya akan kami sampaikan kepada MURI (Museum Rekor Indonesia) setelah kembali ke Jakarta. Muri akan menyikapinya dan jika ada penghargaan maka akan disampaikan di Kampus UPI Bandung," ujar Rustandi.

Bagi Rustandi dan Solehudin maupun rekan-rekan tim pendaki 14 gunung itu mengakui, pendakian maraton pada 14 gunung yang memiliki kerapatan itu hanya bisa dicapai dengan kesiapan fisik yang prima. "Sebelum pendakian marathon itu kami sudah menguji kekuatan fisik selama enam bulan dan pengecekan kondisi kesehatan. Hanya orang-orang sehat dengan kekuatan fisik yang prima saja yang mampu melakukan pendakian maraton itu," ujar Rustandi diamini rekan-rekannya.




Thursday, August 14, 2008

Kepada Seluruh Anggota Biasa KPA BIOCITA Formica

Hello Genk !!!

Kepada seluruh Anggota Biasa KPA Biocita Formica, mohon untuk registrasi identitas diri, berupa
  • Alamat
  • No telp
  • email
  • dan identitas lainnya yang diperlukan.
Silahkan kirimkan informasinya melalui email ke
agoes_ardi@yahoo.co.id
atau untuk lebih cepat (KLIK saja)



Wednesday, August 6, 2008

Ekspedisi Cileat

Pada hari Sabtu-Minggu tanggal 2-3 Agustus 2008 kemarin, 3 orang anggota BC (Agus, daf, dan Fitri Wasil) dan 1 orang Pembina BC (Drs. Yusuf H. Adisendjaja, M.Sc.) melakukan ekspedisi ke Curug Cileat Subang. Perjalanan dilakukan dari desa Mayang hingga Loket tiket dengan jarak sekitar kurang lebih 3 Km.

Dari loket tiket, tiket masuk berharga Rp. 3600,- per orang. Dari loket, perjalanan dilanjutkan menuju curug 1 (Curug Cimuncang 1). Selama perjalanan menuju curug 1 tersebut, kami menemukan owa jawa (Hylobates moloch) sedang bergelayutan di pepohonan. Saya dan Dani sempat merekamnya menggunakan handycam. Kita sangat senang karena ternyata spesies tersebut masih ada (Owa jawa merupakan primata yang dilindungi karena terancam punah dan merupakan hewan endemik pulau jawa). Kami sempat menghitungnya dan berjumlah kurang lebih 5 ekor, bahkan sempat terfoto seekor owa sedang mengendong anaknya.

Setalah itu perjalanan dilanjutkan menuju curug 2 (Curug Cimuncang 2) dan curug 3 (Curug Citorok). Selama perjalanan kami banyak disuguhkan pemandangan yang indah, meskipun dibeberapa tempat terdapat kerusakan penebangan liar yang kemungkinan dilakukan oleh penduduk setempat. Karena hari menjelang malam, kami memutuskan beristirahat di antara curug 3 dan curug 4. Saat hendak beristirahat, kami mengambil tempat beristirahat di salahsatu pondok di sawah. Pada saat itu, kami menemukan beberapa anak AM angkatan BaRa dan EL berjumlah 10 orang. Kami akhirnya nge-camp bersama di pondok tersebut.

Pada keesokan harinya, kami melanjutkan perjalanan menuju curug 4 (curug cileat). Selama perjalanan kami menemukan banyak fauna seperti surili, owa jawa, elang jawa, elang hitam dan beberapa jenis serangga dan burung lainnya. Setelah mencapai Curug, kami semua sangat terkagum karena begitu indah pemandangan yang tersaji. Hanya rasa Syukur pada Tuhan yang terpanjat dari dalam hati ini.


Berfoto bersama di Curug Cileat

Seekor owa yang berhasil di dokumentasikan.

Owa betina yang sedang menggendong anaknya

Setelah selesai semuanya, kami semua beranjak pulang menuju Bandung tercinta...
Akhirnya Ekspedisi Cileat selesai....Cileat, Wait me until next time...




Tuesday, August 5, 2008

MOHON BANTUAN DANA

Kepada seluruh Anggota Biocita Formica yang terhormat, Kami selaku pengurus KPA BIOCITA FORMICA memerlukan bantuan rekan-rekan berupa sumbangan Dana.

Deskripsinya adalah Basecamp Biocita kontrakan yang sekarang tepatnya, masa kontrakan telah habis. Untuk berikutnya kami berencana mengontrak 1 buah rumah (2 bh kamar tidur, 1 kamar tamu, 1 WC) sebagai Basecamp terbaru. Adapun kami membutuhkan bantuan seluruh anggota untuk bantuan kekurangan dananya.
Berapapun donasi rekan-rekan yang diberikan sangat berarti bagi Perhimpunan ini.

Untuk konfirmasi cara menyumbang, info hubungi:

FITRI WASILAH (081321883064)
atau
DAF (085284064980)



Tuesday, July 29, 2008

SCP !!!

SCP!! itu adalah program KPA Biocita Formica yang telah dilakukan sejak lama yaitu 2003 hingga kini. Program tersebut belum selesai karena berbagai alasan teknis serta perencanaan. SCP dahulu dengan nama Sanggara Conservation Project rencananya akan berganti nama menjadi Sanggara Cileat Project. Alasannya adalah kita ingin membuka mata dengan kenyataan yang sebenarnya, karena dengan segala keterbatasan yang ada jika ingin langsung mencapai konservasi masih agak perfeksionis, sehingga nama kegiatan ini dirubah menjadi Sanggara Cileat Project. Teritori yang menjadi objek penelitian maupun pengamatannya adalah sekitar Gunung Sanggara dan di sekitar daerah Curug Cileat. Keduanya merupakan tempat yang menjadi habitat bagi flora dan fauna yang unik.

Beberapa penelitian yang telah dilakukan telah didapatkan data awal baik flora dan faunanya. Data tersebut nantinya akan dijadikan data dasar atau primer untuk dilanjutkan penelitian selanjutnya. Kami hanya butuh dukungan para anggota yang A.O (Action Only). Segala dukungan yang ada semoga menjadi titik awal penyelesaian SCP ini.

Bagi seluruh anggota yang ingin berpartisipasi baik moril maupun materil dapat menunjukan dukunganya baik telp. atau SMS
ke
Dani Afgani ke 085284064980


Saturday, July 5, 2008

Biocita....vs...Gn.Ciremai

Banyak cerita tentang Gn.Ciremei yang kami dapat sebelum mendaki, "Gn.Ciremai tuch angker", "Gn.Ciremai tuch berbahaya", "Gak boleh sompral di sana", "Banyak yang meninggal di sana" dan tentunya cerita lain yang tak kalah mengerikan. Tapi akhirnya, dengan kehendak-Nya. Kami berlima [yayan (AMB 005 EL), Ados (AMB 003 EL), Endang (AMB 001 EL), Itox "Ita" (AMB 005 BR) dan Wasil "fitri" (B 096 KR)] dapat mencapai puncak Gn.Ciremai dengan ketinggian 3078 m dpl dan kembali ke kota Bandung dengan selamat.

Pendakian ke Gn.Ciremai merupakan hajatan angk
atan Embun Lembah (EL), dalam rangka Perjalanan Panjang. Selain Gn.Ciremai, Perjalanan Panjang EL juga akan dilanjutkan ke Gn.Sanggara (Subang). Jalur yang dilalui saat mendaki Gn. Ciremai yakni jalur palutungan (Cirebon), yang terdiri dari 7 pos [palutungan, Cigowong (1420 mdpl), Pangguyangan Badak (1 800 mdpl), Arban (2050 mdpl), Tanjakan Asoy (2200 m dpl), Pasanggarahan (2450 m dpl), Gua Walet (3000 m dpl)]. Sedangkan jalur turun melalui jalurLinggarjati (Kuningan), dan pos yang kami lalui yaitu [Pangasinan (2750 m dpl), Sangga Buana I (2500 m dpl), Sangga buana II (2450 m dpl), Batu Lingga (2250 m dpl), Bapak Tere (2000 m dpl), Tanjakan Bin-bin (1800 m dpl), Pangalap (1600 m dpl), Kuburan Kuda(1450 m dpl), Condang Amis, Leuweung Datar (1200 m dpl), dan Cibunar (750 m dpl)].

Selama perjalanan selain puncak dan Gua W
alet, Tanjakan Asoy merupakan jalur yang paling asoy (berkesan) yang kami lalui, karena kemiringan mencapai sekitar 50 derajat. Dalam perjalanan, k ami temui sekelompok lutung, Elang hitam dan beberapa jenisburung yang masih kami identifikasi sampai saat ini.
Kelancaran selama perjalanan ini, kami yakini ditentukan dari niat, apapun yang kita dapa
t tergantung dari niat, so luruskan niat...sebelum melakukan kegiatan apapun...Ok boz.

Beberapa moment yang berhasil kami dokumentasikan....
















Puncak Gn.Ciremai (3078 m dpl)



Angkatan Embun Lembah (EL)




Perjalanan pulang....meninggalkan Ciremai







Tuesday, July 1, 2008

WWF berhasil Merekam Badak Jawa dengan Video Trapping di T.N. Ujung Kulon

Hallo Genk!!!

Saya puya info menarik dari situs WWF, lumayan sebagai Trigger atau pemicu semangat kita untuk melakukan segala usaha pelestarian baik hewan maupun tumbuhan. Berikut Kutipan dari situs WWF.


JAKARTA, 29 Mei 2008—Hanya satu bulan setelah dioperasikan, video kamera jebakan (video trapping) yang dipasang oleh tim peniliti badak Taman Nasional Ujung Kulon dan WWF-Indonesia berhasil mendapatkan sejumlah rekaman gambar induk badak Jawa beserta anaknya. Rekaman gambar video ini adalah hasil rekaman gambar bergerak pertama dari badak Jawa yang berhasil didapatkan dengan menggunakan teknologi video kamera jebakan.

Dalam gambar yang berhasil direkam tersebut, tampak induk badak mengamati kamera video secara seksama sebelum kemudian menyeruduknya hingga terpental. Tim peneliti kemudian menemukan kamera tersebut dalam kondisi tergeletak di tanah tak jauh dari tempatnya semula dipasang, dan untungnya dalam kondisi dan fungsi yang baik.











"Dengan jumlah populasi yang relatif kecil, yaitu tak lebih dari 60 ekor saja, kerusakan yang mungkin timbul akibat insiden seperti itu sangat kecil artinya jika dibandingkan dengan hasil yang didapatkan,” kata Adhi R. Hariyadi, Manajer Lapangan WWF-Indonesia di Taman Nasional Ujung Kulon. “Badak jawa adalah satwa yang pemalu sehingga sangat sulit untuk mendapatkan gambarnya. Penggunaan teknologi video jebakan seperti ini sangat membantu untuk mempelajari perilaku dan dinamika populasi satwa liar ini dengan lebih detil jika dibandingkan kamera biasa,” kata Adhi. Sebelum ‘video trap’ ini mulai dioperasikan pada Maret lalu, WWF beserta mitra di TN Ujung Kulon telah menggunakan ‘camera trap’ (yang menghasilkan gambar tidak bergerak) untuk mempelajari kehidupan mamalia bercula satu tersebut.


Video lainnya yang terekam sejak Maret lalu mencakup gambar induk badak jawa serta anaknya yang sedang berkubang dilumpur, dan beberapa gambar individu badak jantan.

“Kami menyambut baik hasil temuan menggunakan video jebakan ini. Lewat rekaman video ini kami berharap bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang kehidupan dan perilaku badak Jawa sehingga kemudian dapat membantu mengurangi ancaman terhadap habitat dan populasinya,” kata Agus Priambudi, Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Ancaman tersebut diantaranya mencakup kompetisi habitat dengan Banteng liar serta tumbuhnya Arenga obsitufolia yang membatasi pertumbuhan tumbuhan pakan Badak Jawa.
Badak Jawa hanya ditemukan di dua tempat di dunia, dan populasi terbesar yaitu sekitar 60 ekor--atau lebih dari 90 persen populasi dunia-- berada di Taman Nasional Ujung Kulon. Pemerintah Indonesia cq Departemen Kehutanan, bersama mitra, termasuk diantaranya WWF, IRF, dan YABI, belum lama ini meluncurkan Rencana Aksi Nasional Konservasi Badak –yang bertajuk Proyek Abad Badak--dan membentuk Rhino Task Force untuk mendorong upaya pelestarian badak di Indonesia. Salah satu upaya pelestarian badak Jawa yang menjadi target rencana aksi tersebut adalah memulai proses penetapan habitat kedua (second habitat) di luar TN Ujung Kulon, guna meningkatkan keberlangsungan hidup spesies ini dan mencegah kepunahan akibat bencana alam maupun epidemi penyakit. Penetapan habitat kedua tersebut dilakukan secara bertahap dengan merelokasi beberapa pasang badak Jawa yang subur ke lokasi baru yang sesuai.


“Identifikasi dengan menggunakan video jebakan seperti ini perlu terus dilakuan karena data yang dihasilkan dengan teknologi ini sangat membantu mengetahui peranan masing-masing individu badak Jawa di dalam populasinya,” kata Susie Ellis dari International Rhino Foundation. Menurutnya, keberhasilan mengidentifikasi individu yang sesuai untuk habitat kedua tersebut sangat krusial terhadap suksesnya penetapan habitat kedua bagi badak Jawa.


Kamera video baru menggunakan teknologi digital ini melengkapi metode terdahulu yang digunakan untuk mengidentifikasi satwa liar. Kamera ini relatif lebih mudah dipasang dan biasanya ditempatkan sekitar 10 meterdari lokasi badak berkubang-- dan membutuhkan kehati-hatian dan pengamanan ekstra, serta memiliki sudut pengambilan gambar yang terbatas. Bagi peneliti satwa liar, terbatas dan jauhnya jarak dan sudut pengambilan gambar menyebabkan sulitnya identifikasi jenis individu badak tertentu.


Sebaliknya, selain mudah dipasang, kamera video baru ini sangat aman untuk dioperasikan dan cukup kuat. “Kamera yang diseruduk oleh induk badak itu kami bersihkan dan keesokan harinya dipasang kembali. Sama sekali tak ada kerusakan berarti”, kata Adhi Kamera tersebut dipasang dan terus dimonitor oleh tim survey yang terdiri dari Jagawana Taman Nasional Ujung Kulon, staff biologi WWF-Indonesia, serta masyarakat lokal.

Rekan-rekan bisa melihat Badak Jawa ini ketika terekam oleh video, KLIK saja.


Monday, June 23, 2008

Mohon Do'a

Assalamualaikum wr.wb.

Saudaraku, diminta do'anya untuk kesembuhan Ibu Sri Redjeki yang mengalami kecelakaan saat di perjalanan menuju Kuningan, Saat ini beliau ditangani di Rumah Sakit Mata Kuningan. Tolong disebarkan ke rekan-rekan yang lain.
Jazakumullah khairan katsiran
Wassalamualaikum wr. wb.

Sumber: Taufan '01 --> Agus Mawardi

Friday, June 20, 2008

PerPanjang EL

Hari senin Tanggal 30 Juni anak EL mau ngadain perjalanan panjang ke gunung Ciremai. klo Ada kritik dan saran tolong isi saja blog ini, atau kalau mau dijamin kerahasiaanya kirim saja ke reangjagapura@yahoo.co.id. he...he....
Jumlah peserta ada 4 orang, pembimbing 1 orang.
Nama peserta yang ikut. n&g (AMB 001 EL), Adosh (AMB 003 EL), Ve (AMB 004 EL), dan r_34_ng (AMB 005 EL). dan pembimbing TEh Fitri (B 095 KR).
Dengan judul perjalanan "Inventarisasi dan Dokumentasi Fauna Diurnal Yang ada di sepanjang perjalanan kawasan gunung ciremai"
Dengan jalur pendakian dari palutungan dan turun dari jalur linggarjati.
Waktu dari tanggal 30 juni sampai 3 juli.
Doain yah................
Buat Photo-photonya ntar, klo dah perjalanan.
tunggu saja episode berikutnya.hehe...

Tuesday, June 17, 2008

MEntor...ing

Kegiatan para AM (anggota Muda) BR (Badai Rimba) dan EL(embun Lembah), sekarang lagi getol-getolnya mentoring....dari jurnalistik ampe Climbing dilalap selama tiga minggu ini....mulai dari rumah KADAT ampe tebing Citatah (padalarang) diontrog. nich....hasil dokumentasi...hiks..











SEMILOKA KPA BIOCITA FORMICA

Alhamdulillah..acara Seminar Loka Karya (SEMILOKA) hasil perjalanan-perjalanan Anggota Muda (AM) angkatan Badai Rimba (BR) telah terlaksana. Sabtu, 31 Mei 2008 di ruangan E210 Gd. JIca FPMIPA UPI dengan jumlah peserta sebanyak 56 orang dari berbagai partisipan (warga biologi, senior BC, dan KPA yang ada di UPI
Beberapa event yang berhasil terdokumentasi......




'


Setelah acara seminar selesai...acara berlanjut dengan pembubaran panitia di curug layung...soale lembang dipake perang-perangan ama kopasus....












Tuesday, June 10, 2008

terusan suratnya kang Arman

upami aya kagiatan informasina ka si akangnya
tong hilap....
salam ti B 002 TD

Saturday, June 7, 2008

surat dari kang arman

salam dari bidannya BIOCITA FORMICA
B 002 TD, ARIFURAHMAN A, Sekertarisnya Pak ADI, Ketua Adat ke II, Orang paling ganteng pada masanya.. ha ha ha,
add ya .. aokslah@yahoo.co.id
klo ada senior yang nanya no HP 081372343636, terutama kang sukardi, wham ( AM ) atau yang lainnya...
okeh, SUKSES SEMUANYA............

Sunday, May 25, 2008

Undangan kepada seluruh Anggota KPA Biocita Formica

Semiloka

Sehubungan untuk meningkatkan kemampuan Soft skill para anggota muda Kelompok Pecinta Alam (KPA) Biocita Formica, KPA Biocita Formica akan mengadakan kegiatan Seminar Lokakarya (semiloka). Dalam kegiatan tersebut akan mempresentasikan hasil-hasil laporan kegiatan perjalanan pendek dan persami angkatan Badai Rimba (BARA) yang mana kedua kegiatan tersebut merupakan rangkaian penerimaan untuk menjadi anggota biasa KPA Biocita Formica bagi anggota muda. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh civitas akademika (Mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi dan Staf Pengajarnya) serta alumni anggota KPA Biocita Formica.

Insya Allah Kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada:

  • Hari :Sabtu
  • Tanggal :31 Mei 2008
  • Pukul :09.00 WIB - selesai
  • Tempat :Gedung MIPA JICA lt.3 Ruang 301
  • Materi :Presentasi laporan PERSAMI dan Perjalanan Pendek (Mengenai Alga dan Coleoptera) angkatan Badai Rimba

Untuk informasi lebih lanjut silahkan telp./SMS dengan Contact Person.
  • Fitri Wasilah "Kabut Rimba" (0813 2188 3064)
  • Nani "Badai Rimba" (0856 2406 4829)
* Rencana setelah acara semiloka ini akan diadakan Tadabur alam ke Situ Lembang (apabila lokasi tersebut tidak digunakan latihan TNI), adapun perubahan lokasi di umumkan ketika acara semiloka usai.


Saturday, May 17, 2008

Petualangan

RAFTING HEMAT
Palayangan - Pangalengan
7 Juni 2008


Hello Genk !!!

Saya punya info mengenai Rafting. Bagi rekan-rekan yang suka rafting dan murah silahkan bergabung. Palayangan adalah salah satu sungai untuk berarung jeram yang dekat dari Bandung. Berlokasi di Pangalengan, sungai ini sangat tepat bagi rekan pemula dalam berarung jeram ataupun mereka yang mencari Adrenalin di akhir minggu.

  • Harga : Rp. 200 rb/orang (termasuk Transportasi Bandung-Pangalengan PP, makan siang & Snack)
  • Jumlah Minimal peserta : 25 orang
  • Contact Person : JAMUJU ( 0813 2179 2908) & Nanang (022 - 9210 7659)
  • Email : jamuju@gmail.com atau www.jamuju.multiply.com

Pendaftaran Paling Lambat sebelum 4 Juni 2008

Berita Tunangan

Hallo Genk !!!

Berita menggembirakan datang dari anggota KPA BIOCITA Formica, yaitu Dedi "Mmed" Mulyadi (Anggota biasa angkatan Lembah Lembayung) dengan Izhur "emak" (angota muda angkatan Angin Gunung). Mereka akan mengadakan acara Tunangan pada Tanggal 18 Mei 2008 di kediaman Izhur. Bagi rekan-rekan yang akan datang, silahkan ditunggu di rumah Izhur di Ciparay.

Kami semua anggota Biocita Formica, ikut mendoakan semoga tetap langgeng hingga acara puncak nanti yaitu acara pernikahan. Semoga Mmed & Emak menjadi pasangan yang solihah, dan mampu membina rumahtangga yang sakinah. Amiin.

Teriring Do'a dari kita semua, Selamat Genk !!!