Thursday, January 26, 2012
ASSALAMUALAIKUM
Hallo genk
Hadirilah MILAD PERAK (ke 25) Biocita
yang akan diadakann di di villa kolam renang purnama kencana jl. Raya dampit km 3,5 cicalengka arah curug cinulang
untuk pembayaran peserta Rp 100.000,-
dapet fasilitas :
- menginap 2 hari 1 malam di Villa..
- Makan pagi, siang, sore, malem plus snack..
- Transport menuju lokasi..
- Potong tumpeng..
- Potong kue..
- GAMES KELUARGA BESAR KPA BIOCITA..
- Souvenir (gantungan kunci, sticker milad, sticker KPA BIOCITA)
- etc...
Pembayaran bisa dimulai Hari Ini..
(bagi yang ingin mengajak keluarga dan sanak saudara diperbolehkan)
more info CP : Dhiyassalam Imam B 120 SK (085721589399) Anita Nurlela Dinata B123 SK (081809662687) Badru Zaman B 114 GA (085321103973)
Pembayaran boleh langsung ke Basecamp BIOCITA , atau transfer ke rekening BNI (0199484471) a.n. Anita Nurlela Dinata..
ditunggu genkkk
Saturday, April 30, 2011
Email dan Password Blog
Hallo Genk
Blog ini dah terlantar sekian lama, ok kalo begitu qt sebar aja ya emailnya:
Siapapun genk yang mau update, bisa login ke blog ini pake email bersama: biocita_formica87@yahoo.co.id passwordnya ...... (waktu tayang habis)
Terus pesen berikutnya, khusus buat pengurus yang masih aktif sering-sering update ya, kalo kita kan bingung updatenya kerna bahan-bahan rata-rata kan ada di beskem
sekian dulu deh
Salam lestari
Blog ini dah terlantar sekian lama, ok kalo begitu qt sebar aja ya emailnya:
Siapapun genk yang mau update, bisa login ke blog ini pake email bersama: biocita_formica87@yahoo.co.id passwordnya ...... (waktu tayang habis)
Terus pesen berikutnya, khusus buat pengurus yang masih aktif sering-sering update ya, kalo kita kan bingung updatenya kerna bahan-bahan rata-rata kan ada di beskem
sekian dulu deh
Salam lestari
Friday, October 29, 2010
Curahan lama tak nulis
Hallo gank... maaf jika selama ini blog kurang di update oleh anggota aktif di kampus... tentu bukan karena sesuatu selain sedikit kambuh penyakit malas... semoga di maklum.
alhamdulillah KPA BIOCITA FORMICA memiliki ketua adat baru Bambang Ekanara (B107BC).
alhamdulillah KPA BIOCITA FORMICA memiliki basecamp baru di Geger Arum (deket sekre KHAUF lama)...
alhamdulillah KPA BIOCITA FORMICA Insya Allah masih dipercaya untuk membuka stand pameran HCPSN di parkir Gedung Sate (5-6 November 2010) datang ya...
dan banyak lagi hal2 yang patut kita syukuri...
tentunya media blog ini masih kita perlukan untuk publikasi meskipun sekarang sedikit turun pamor dengan adanya jejaring sosial yang lain (FB ato Twitter). karena itu mari kita sambut ajakan kang Aam untuk ikut urunan menyumbang artikel.... semangat...
alhamdulillah KPA BIOCITA FORMICA memiliki ketua adat baru Bambang Ekanara (B107BC).
alhamdulillah KPA BIOCITA FORMICA memiliki basecamp baru di Geger Arum (deket sekre KHAUF lama)...
alhamdulillah KPA BIOCITA FORMICA Insya Allah masih dipercaya untuk membuka stand pameran HCPSN di parkir Gedung Sate (5-6 November 2010) datang ya...
dan banyak lagi hal2 yang patut kita syukuri...
tentunya media blog ini masih kita perlukan untuk publikasi meskipun sekarang sedikit turun pamor dengan adanya jejaring sosial yang lain (FB ato Twitter). karena itu mari kita sambut ajakan kang Aam untuk ikut urunan menyumbang artikel.... semangat...
Wednesday, September 29, 2010
Musyawarah ADAT KPA BIOCITA FORMICA
Kepada seluruh Anggota KPA BIOCITA FORMICA, pada
Hari: Sabtu
Tanggal: 2 Oktober 2010 - selesai
Pukul 15.00 WIB
akan di adakan Musyawarah Adat.
Mohon kedatangannya.
Untuk konfirmasi, hub.
INDRA (08561480104)
Hari: Sabtu
Tanggal: 2 Oktober 2010 - selesai
Pukul 15.00 WIB
akan di adakan Musyawarah Adat.
Mohon kedatangannya.
Untuk konfirmasi, hub.
INDRA (08561480104)
Monday, August 23, 2010
BUKA BERSAMA KPA BIOCITA FORMICA 2010
KPA BIOCITA FORMICA, akan mengadakan kegiatan acara buka bersama, pada:
- Hari : Rabu, 1 september 2010
- Tempat: Sekretariat baru KPA BIOCITA FORMICA
- Pukul : 15.00 WIB - selesai
- Biaya : Rp. 20.000
CP.Jhon 'ijonk' Hendry : 0856 696 09099 (sms)
Fuji Caucasus Hyourinmaru : langsung konfirmasi ke wall
paling lambat konfirmasi hari selasa, 31 Agustus 2010 beserta pembayaran. Pembayaran bisa di transfer.
Monday, August 16, 2010
Pemutakhiran Blog
Pemutakhiran Blog KPA Biocita Formica akan dilakukan secepatnya. Kepada para anggota yang akan memposting, silahkan kirim email ke Aam Amarullah
Ayo semangat Geng...tetap beri informasi bagi semua anggota dan orang luar
Ayo semangat Geng...tetap beri informasi bagi semua anggota dan orang luar
Saturday, March 6, 2010
HUTAN SANCANG, Kabupaten GARUT
Masyarakat tempo dulu cukup arif menggunakan hutan. Hutan sebagai sandaran kehidupan, tempat bertani dan berburu satwa diakui keberadaannya. Bentangan hutan masih lestari sampai puluhan tahun. Mereka tidak sekedar memahami pentingnya hutan untuk ketersediaan air dan udara. Tapi hutan ada dalam hatinya berwujud kepercayaan sakral. Jangankan pohonnya ditebang, beberapa hutan bahkan dilarang dimasuki. Istilah pamali dan hutan larangan cukup ampuh mencegah pembalakan hutan
Ada semacam keyakinan bahwa roh para raja bersemayam di hutan. Misalnya Prabu Siliwangi yang menjelma menjadi macan putih konon bersemayam di hutan Sancang. Mitologi inilah yang menyebabkan masyarakat tempo dulu menghormati hutan. Tidak semua hutan dibuka dan dimasuki. Banyak hutan besar terlindungi secara alami disebabkan budaya yang dipegang teguh walaupun tanpa aturan tertulis ataupun peraturan daerah seperti sekarang.
Seiring perkembangan jaman, hal itu memang hanya mitos. Sesuatu yang sekedar tahayul dan di luar logika. Namun kemudian timbul pertanyaan di benak kita: Apakah hutan tidak lagi dihormati? Hutan menjadi tak layak dilindungi? Tanahnya dijejak, pohonnya ditebang? Lalu hutan jadi sah untuk dijarah?
Objek wisata hutan Sancang terletak 2 km dari pusat Kecamatan Pameungpeuk, 20 km dari kota Kabupaten Garut dan 180 km dari Bandung. Objek ini dapat dicapai dari dua tempat, yaitu Pameungpeuk dan pantai Cijeruk Indah. Untuk mencapai ke sana, dari Pameungpeuk pengunjung dapat menggunakan bus ke jurusan perkebunan karet Mira-Mare yang rutenya melalui pinggir kawasan dengan tarif Rp. 3.000/orang, atau angkot dengan tarif Rp. 4.000/orang. Apabila menggunakan ojeg, tarifnya Rp. 7.500 dari Pameungpeuk dan Rp. 3.500,- dari pantai Cijeruk Indah.
Bus yang melalui daerah ini hanya 3 bus/ hari. Jalan menunju ke hutan ini adalah kelas jalan kecamatan dan dengan lebar jalan 3 m, dan jalan desa selebar 2,5 m, serta jalan setapak (foot trail) selebar 0,5 m. Pada umumnya kondisi jalan dalam keadaan sedang diperbaiki. Diantaranya dalam kondisi rusak, jalan kelas V sepanjang 75 km dengan kondisi rusak. Jembatan berjumlah 5 buah jembatan beton sepanjang 27 m.
Hutan Sancang merupakan hutan alami, dan terletak di bagian selatan Kabupaten Garut, berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya. Tepatnya di Desa Sancang Kecamatan Cibalong dan memiliki luas 2.157 ha. Wilayah ini berada di ketinggian 0-3 m di atas permukaan laut. Tebing-tebing curam terdapat di sebagian pesisir pantai, khususnya di daerah sebelah timur yaitu wilayah Karang Gajah.
Hutan yang langsung bersentuhan dengan Samudra Indonesia ini mempunyai temperatur rata-rata 270 C per tahun, dengan suhu antara 170 C-280 C. Material tanahnya berpasir dan tanah gambut di bagian pesisir, sedangkan di daerah yang mempunyai radius 200 m dari garis pantai memiliki material tanah daratan pada umumnya, yaitu tanah hitam berbatu dengan tingkat kestabilan dan daya serap tanah yang cukup baik.
Kondisi lingkungan wilayah Hutan Sancang termasuk ke dalam kategori bentang alam yang baik dan menarik serta unik. Hutan Sancang juga merupakan cagar alam yang dilindungi dan memiliki ekosistem hutan tropis. Kualitas lingkungan dan kebersihannya pun masih terjaga, walaupun di bagian timur, yaitu di pesisir pantai, terdapat pondok nelayan yang menetap dan memanfaatkan lahan di area konservasi ini.
Di hutan ini tidak terdapat pencemaran (air, tanah, udara, sampah atau vandalisme), akan tetapi sering terjadi penebangan liar, perambahan hutan dan penjarahan/pencurian kayu, khususnya kayu meranti merah yang tergolong tumbuhan langka. Perambahan hutan tersebut telah menurunkan tingkat dan kualitas lingkungan Hutan Sancang dan menyebabkan kerusakan yang cukup serius.
Pada saat ini perusakan Cagar Alam Hutan Sancang telah mencapai lebih dari 200 ha. Hal tersebut, juga sangat berpengaruh bagi kelangsungan ekosistem setempat. Apabila dilihat dari segi visabilitas, hutan Sancang memiliki tingkat pandang yang bebas dengan panorama alam yang indah dan eksotis, namun apabila berada di dalam hutannya, maka akan sulit untuk melihat kearah pantai karena susunan tumbuhan/pepohonan di Hutan Sancang sangat rapat.
Daya tarik utama yang terdapat di cagar alam ini adalah hutan yang masih asri dengan ekosistem yang unik dan pemandangan alam indah. Di hutan ini terdapat hutan bakau, sungai, berbagai jenis flora dan fauna, dan gugusan-gugusan batu yang menimbulkan panorama alam yang unik. Flora dominan yang terdapat di Hutan Sancang antara lain pohon ketapang, pohon bakau, tumbuhan Sorea, palahlar (Dipterocarpus spee.div), serta jenis tumbuhan/ flora pantai seperti agar-agar laut (Gracilaria, SP1), trumbu karang (Afluda mutica), paris (Mycrophyllum bracilieneis), kades (Gelidium lam) dan juga flora lain yang beragam jenisnya termasuk pohon meranti merah dan pohon Kaboa (Dipteroearpus gracilis) yang langka. Sedangkan fauna yang dominan di hutan ini antara lain banteng (Bos sonda/cus), macan tutul, monyet, lutung, dan burung merak.
Hutan Sancang yang merupakan salah satu cagar alam di Indonesia yang bertaraf Internasional ini belum tersentuh oleh fasilitas pariwisata secara khusus. Untuk fasilitas penunjang di Hutan Sancang hanya terdapat 1 pos jagawana serta petugas yang berjumlah 180 orang. Untuk aktivitis yang dapat dikembangkan di Hutan ini adalah: tracking, fotografi, menelusuri hutan, penelitian ekosistem alam, memancing, berkemah, dan aktivitas-aktivitas yang tidak merusak dan mengganggu ekosistem hutan.
Adapun mayoritas pengunjung yang datang ke Hutan Sancang ini berasal dari Garut, Bandung dan Jakarta. Landasan hukum kawasan hutan wisata ini ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 116/Um/1959 tanggal 1 Juli dengan luas wilayah laut sekitar 150 ha dan kini dikelola oleh Departemen Kehutanan.
Dulu, selain dikenal keangkerannya. Sancang juga memendam berbagai cerita yang unik. Menurut sumber tradisional, Sancang dahulu kala merupakan wilayah kerajaan. Salah satu penguasanya yang termashur dikenal dengan nama Rakean Sancang. Cerita ini juga didukung oleh beberapa situs purbakala yang diyakini sebagai bekas-bekas peninggalan Kerajaan Sancang.
Hutan Sancang adalah hutan yang dilegendakan sebagai tempat tilem (tempat hilangnya) Prabu Siliwangi. Di hutan ini juga terdapat pohon Kaboa (mirip dengan pohon bakau/Mangrove) yang menurut kepercayaan setempat merupakan penjelmaan para prajurit Pajajaran yang setia kepada Prabu Siliwangi. Oleh karena itu hutan ini dipercaya sebagai hutan keramat yang memiliki daya magis bagi kalangan masyarakat lokal.
Nama Sancang yang tersusun dari huruf-huruf Sancang dipercaya memiliki arti khusus, yaitu :
Namun cerita dari hutan ini yang paling populer tentu saja mitos mengenai harimau (maung) Sancang, atau lebih dikenal sebagai Maung Kajajaden. Cerita tentang Harimau Sancang banyak diyakini bukan cuma isapan jempol. Konon banyak orang yang melihat dengan mata kepala sendiri keberadaan harimau di hutan tersebut. Menurut cerita itu pula, harimau-harimau di Sancang bukanlah sembarang harimau. Hewan itu konon jelmaan dari Prabu Siliwangi - Raja Pajajaran - serta anak buahnya yang ngahiang (menghilang). Mereka kemudian berubah ujud menjadi harimau karena dikejar-kejar oleh Kian Santang, putera Prabu Siliwangi sendiri, karena tidak mau masuk Islam dan dikhitan.
Banyak orang percaya bahwa harimau-harimau itu bisa berubah ujud kembali menjadi manusia. Manusia jadi-jadian ini sering berkeliaran di sekitar Sancang, bahkan ada di antaranya yang memperistri manusia biasa. Yang membedakannya dengan manusia biasa, manusia harimau ini konon katanya tidak memiliki ruruncang (lekukan di bawah hidung).
Yang jelas, hutan ini memang unik. Banyak dari jenis fauna dan flora yang ditemukan di hutan ini sulit ditemukan di tempat lain. Oleh karena itulah, pemerintah melalui Mentri Kehutanan pada 1978 menetapkan hutan Sancang sebagai hutan konservasi (suaka margasatwa) yang dilindungi. Di hutan ini dulu banyak ditemukan merak, julang, banteng, harimau Jawa, dan kancil. Juga ditemukan pohon reunghas dan kaboa yang disinyalir hanya tumbuh di hutan ini. Konon, jika menjelajahi hutan Sancang dan tidak ingin diganggu harimau, kita harus membawa kayu kaboa sebagai jimat pelindung. Bahkan bisa digunakan untuk memanggil harimau kajajaden, dengan cara diketrukkeun kana taneuh, dimana pun kita berada.
Karena keunikannya pula, hutan ini menjadi tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Baik wisatawan yang hendak menikmati keindahan alamnya, maupun wisatawan yang hendak berziarah ke situs-situs purbakala. Sayangnya, keadaan Sancang kini sangat jauh berbeda dengan hutan Sancang yang dulu. Keangkeran hutan ini mulai lenyap seiring dengan banyaknya pepohonan yang ditebang perambah liar. Sebagian lahannya dijadikan ladang pertanian.
Menurut penelitian tahun 2004, hampir setengah dari luas areal hutan Sancang telah hancur. Kekayaan flora dan faunanya banyak yang ikut hilang. Pengunjung jarang menemukan hewan-hewan khas hutan ini karena habitatnya dirusak. Bahkan pernah tersiar kabar banteng sancang sempat ditemukan berkeliaran di perkampungan penduduk. Sancang Ilang dangiang, yang artinya Sancang kehilangan jati dirinya, walaupun upaya-upaya reboisasi terus dilakukan untuk mengembalikan hutan ini seperti keadaannya semula.
Disadur dari: KABAR INDONESIA
Ada semacam keyakinan bahwa roh para raja bersemayam di hutan. Misalnya Prabu Siliwangi yang menjelma menjadi macan putih konon bersemayam di hutan Sancang. Mitologi inilah yang menyebabkan masyarakat tempo dulu menghormati hutan. Tidak semua hutan dibuka dan dimasuki. Banyak hutan besar terlindungi secara alami disebabkan budaya yang dipegang teguh walaupun tanpa aturan tertulis ataupun peraturan daerah seperti sekarang.
Seiring perkembangan jaman, hal itu memang hanya mitos. Sesuatu yang sekedar tahayul dan di luar logika. Namun kemudian timbul pertanyaan di benak kita: Apakah hutan tidak lagi dihormati? Hutan menjadi tak layak dilindungi? Tanahnya dijejak, pohonnya ditebang? Lalu hutan jadi sah untuk dijarah?
Objek wisata hutan Sancang terletak 2 km dari pusat Kecamatan Pameungpeuk, 20 km dari kota Kabupaten Garut dan 180 km dari Bandung. Objek ini dapat dicapai dari dua tempat, yaitu Pameungpeuk dan pantai Cijeruk Indah. Untuk mencapai ke sana, dari Pameungpeuk pengunjung dapat menggunakan bus ke jurusan perkebunan karet Mira-Mare yang rutenya melalui pinggir kawasan dengan tarif Rp. 3.000/orang, atau angkot dengan tarif Rp. 4.000/orang. Apabila menggunakan ojeg, tarifnya Rp. 7.500 dari Pameungpeuk dan Rp. 3.500,- dari pantai Cijeruk Indah.
Bus yang melalui daerah ini hanya 3 bus/ hari. Jalan menunju ke hutan ini adalah kelas jalan kecamatan dan dengan lebar jalan 3 m, dan jalan desa selebar 2,5 m, serta jalan setapak (foot trail) selebar 0,5 m. Pada umumnya kondisi jalan dalam keadaan sedang diperbaiki. Diantaranya dalam kondisi rusak, jalan kelas V sepanjang 75 km dengan kondisi rusak. Jembatan berjumlah 5 buah jembatan beton sepanjang 27 m.
Hutan Sancang merupakan hutan alami, dan terletak di bagian selatan Kabupaten Garut, berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya. Tepatnya di Desa Sancang Kecamatan Cibalong dan memiliki luas 2.157 ha. Wilayah ini berada di ketinggian 0-3 m di atas permukaan laut. Tebing-tebing curam terdapat di sebagian pesisir pantai, khususnya di daerah sebelah timur yaitu wilayah Karang Gajah.
Hutan yang langsung bersentuhan dengan Samudra Indonesia ini mempunyai temperatur rata-rata 270 C per tahun, dengan suhu antara 170 C-280 C. Material tanahnya berpasir dan tanah gambut di bagian pesisir, sedangkan di daerah yang mempunyai radius 200 m dari garis pantai memiliki material tanah daratan pada umumnya, yaitu tanah hitam berbatu dengan tingkat kestabilan dan daya serap tanah yang cukup baik.
Kondisi lingkungan wilayah Hutan Sancang termasuk ke dalam kategori bentang alam yang baik dan menarik serta unik. Hutan Sancang juga merupakan cagar alam yang dilindungi dan memiliki ekosistem hutan tropis. Kualitas lingkungan dan kebersihannya pun masih terjaga, walaupun di bagian timur, yaitu di pesisir pantai, terdapat pondok nelayan yang menetap dan memanfaatkan lahan di area konservasi ini.
Di hutan ini tidak terdapat pencemaran (air, tanah, udara, sampah atau vandalisme), akan tetapi sering terjadi penebangan liar, perambahan hutan dan penjarahan/pencurian kayu, khususnya kayu meranti merah yang tergolong tumbuhan langka. Perambahan hutan tersebut telah menurunkan tingkat dan kualitas lingkungan Hutan Sancang dan menyebabkan kerusakan yang cukup serius.
Pada saat ini perusakan Cagar Alam Hutan Sancang telah mencapai lebih dari 200 ha. Hal tersebut, juga sangat berpengaruh bagi kelangsungan ekosistem setempat. Apabila dilihat dari segi visabilitas, hutan Sancang memiliki tingkat pandang yang bebas dengan panorama alam yang indah dan eksotis, namun apabila berada di dalam hutannya, maka akan sulit untuk melihat kearah pantai karena susunan tumbuhan/pepohonan di Hutan Sancang sangat rapat.
Daya tarik utama yang terdapat di cagar alam ini adalah hutan yang masih asri dengan ekosistem yang unik dan pemandangan alam indah. Di hutan ini terdapat hutan bakau, sungai, berbagai jenis flora dan fauna, dan gugusan-gugusan batu yang menimbulkan panorama alam yang unik. Flora dominan yang terdapat di Hutan Sancang antara lain pohon ketapang, pohon bakau, tumbuhan Sorea, palahlar (Dipterocarpus spee.div), serta jenis tumbuhan/ flora pantai seperti agar-agar laut (Gracilaria, SP1), trumbu karang (Afluda mutica), paris (Mycrophyllum bracilieneis), kades (Gelidium lam) dan juga flora lain yang beragam jenisnya termasuk pohon meranti merah dan pohon Kaboa (Dipteroearpus gracilis) yang langka. Sedangkan fauna yang dominan di hutan ini antara lain banteng (Bos sonda/cus), macan tutul, monyet, lutung, dan burung merak.
Hutan Sancang yang merupakan salah satu cagar alam di Indonesia yang bertaraf Internasional ini belum tersentuh oleh fasilitas pariwisata secara khusus. Untuk fasilitas penunjang di Hutan Sancang hanya terdapat 1 pos jagawana serta petugas yang berjumlah 180 orang. Untuk aktivitis yang dapat dikembangkan di Hutan ini adalah: tracking, fotografi, menelusuri hutan, penelitian ekosistem alam, memancing, berkemah, dan aktivitas-aktivitas yang tidak merusak dan mengganggu ekosistem hutan.
Adapun mayoritas pengunjung yang datang ke Hutan Sancang ini berasal dari Garut, Bandung dan Jakarta. Landasan hukum kawasan hutan wisata ini ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 116/Um/1959 tanggal 1 Juli dengan luas wilayah laut sekitar 150 ha dan kini dikelola oleh Departemen Kehutanan.
Dulu, selain dikenal keangkerannya. Sancang juga memendam berbagai cerita yang unik. Menurut sumber tradisional, Sancang dahulu kala merupakan wilayah kerajaan. Salah satu penguasanya yang termashur dikenal dengan nama Rakean Sancang. Cerita ini juga didukung oleh beberapa situs purbakala yang diyakini sebagai bekas-bekas peninggalan Kerajaan Sancang.
Hutan Sancang adalah hutan yang dilegendakan sebagai tempat tilem (tempat hilangnya) Prabu Siliwangi. Di hutan ini juga terdapat pohon Kaboa (mirip dengan pohon bakau/Mangrove) yang menurut kepercayaan setempat merupakan penjelmaan para prajurit Pajajaran yang setia kepada Prabu Siliwangi. Oleh karena itu hutan ini dipercaya sebagai hutan keramat yang memiliki daya magis bagi kalangan masyarakat lokal.
Nama Sancang yang tersusun dari huruf-huruf Sancang dipercaya memiliki arti khusus, yaitu :
- S mempunyai arti : Sasakala asal usul carita sesepuh urang-urang sadaya, yang berarti Hutan Sancang merupakan tempat asal usul nenek moyang kita semua.
- A mempunyai arti: Anu luhur tur ngahiang, yang berarti daerah Sancang adalah daerah keramat dan sejak zaman dahulu sudah dikenal.
- N mempunyai arti: Nyata sarta talapakuran tah ku aranjeun manusa, yang berarti Hutan Sancang adalah nyata dan perlu untuk dikaji oleh setiap manusia.
- C mempunyai arti: Cacandran carita sesepuh urang sadaya, yang berarti Sancang adalah asal usul cerita tentang nenek moyang kita semua.
- A yang kedua mempunyai arti: Aya nya carita Pasundan/ Padjajaran, yang berarti asal-mula dari kerajaan Pasundan dan Padjajaran.
- N mempunyai arti: Nagri Padjajaran tilas Siliwangi, yang berarti Hutan Sancang merupakan salah satu wilayah negeri Padjajaran peninggalan Siliwangi.
- G mempunyai arti: Goib di Sancang Pameungpeuk Garut, yang berarti Hutan Sancang mempunyai cerita gaib dan setiap manusia harus mempercayai hal-hal yang gaib.
Namun cerita dari hutan ini yang paling populer tentu saja mitos mengenai harimau (maung) Sancang, atau lebih dikenal sebagai Maung Kajajaden. Cerita tentang Harimau Sancang banyak diyakini bukan cuma isapan jempol. Konon banyak orang yang melihat dengan mata kepala sendiri keberadaan harimau di hutan tersebut. Menurut cerita itu pula, harimau-harimau di Sancang bukanlah sembarang harimau. Hewan itu konon jelmaan dari Prabu Siliwangi - Raja Pajajaran - serta anak buahnya yang ngahiang (menghilang). Mereka kemudian berubah ujud menjadi harimau karena dikejar-kejar oleh Kian Santang, putera Prabu Siliwangi sendiri, karena tidak mau masuk Islam dan dikhitan.
Banyak orang percaya bahwa harimau-harimau itu bisa berubah ujud kembali menjadi manusia. Manusia jadi-jadian ini sering berkeliaran di sekitar Sancang, bahkan ada di antaranya yang memperistri manusia biasa. Yang membedakannya dengan manusia biasa, manusia harimau ini konon katanya tidak memiliki ruruncang (lekukan di bawah hidung).
Yang jelas, hutan ini memang unik. Banyak dari jenis fauna dan flora yang ditemukan di hutan ini sulit ditemukan di tempat lain. Oleh karena itulah, pemerintah melalui Mentri Kehutanan pada 1978 menetapkan hutan Sancang sebagai hutan konservasi (suaka margasatwa) yang dilindungi. Di hutan ini dulu banyak ditemukan merak, julang, banteng, harimau Jawa, dan kancil. Juga ditemukan pohon reunghas dan kaboa yang disinyalir hanya tumbuh di hutan ini. Konon, jika menjelajahi hutan Sancang dan tidak ingin diganggu harimau, kita harus membawa kayu kaboa sebagai jimat pelindung. Bahkan bisa digunakan untuk memanggil harimau kajajaden, dengan cara diketrukkeun kana taneuh, dimana pun kita berada.
Karena keunikannya pula, hutan ini menjadi tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Baik wisatawan yang hendak menikmati keindahan alamnya, maupun wisatawan yang hendak berziarah ke situs-situs purbakala. Sayangnya, keadaan Sancang kini sangat jauh berbeda dengan hutan Sancang yang dulu. Keangkeran hutan ini mulai lenyap seiring dengan banyaknya pepohonan yang ditebang perambah liar. Sebagian lahannya dijadikan ladang pertanian.
Menurut penelitian tahun 2004, hampir setengah dari luas areal hutan Sancang telah hancur. Kekayaan flora dan faunanya banyak yang ikut hilang. Pengunjung jarang menemukan hewan-hewan khas hutan ini karena habitatnya dirusak. Bahkan pernah tersiar kabar banteng sancang sempat ditemukan berkeliaran di perkampungan penduduk. Sancang Ilang dangiang, yang artinya Sancang kehilangan jati dirinya, walaupun upaya-upaya reboisasi terus dilakukan untuk mengembalikan hutan ini seperti keadaannya semula.
Disadur dari: KABAR INDONESIA
Friday, November 6, 2009
Yang merindukan berkelana bersama alam
BALADA SEORANG KELANA
Keheningan alam di tengah rimba sunyi
Kuberjalan seorang diri sbagai seorang kelana
Kudambakan jiwaku padamu oh Tuhanku
Kuberdoa sepenuh hati smoga tercapai tujuanku
Kuberjuang penuh tekad demi nusa dan bangsa
Dingin, hening dan sepi di daun angin berbisik
Hai kelana tabahkan hatimu
Tuhan slalu besertamu
(Abah Iwan Abdulrahman)
Thursday, September 17, 2009
Monday, September 7, 2009
"BANTAI"
Kepada seluruh Anggota Biocita Formica (baik Anggota Biasa dan Anggota Muda) dan seluruh Warga Civitas akademik Jurusan Biologi, menyambut bulan suci ramadhan,
KPA Biocita FORMICA akan mengadakan ACARA "BANTAI" (Buka BAreng RamadhaN di BiociTA FormIca)
----------------------------------------- BANTAI---------------------------------------
Hari : Sabtu
Tanggal : 12 September 2009
Tempat : Sekretariat KPA BIOCITA FORMICA
Biaya : Rp. 15.000,-
Menu : Di pastikan anda akan Puas dan kenyang (Tajil +Menu Utama)
Contact Person Telp/SMS:
INDRA "Abah" 08561480104
Riany 085222387377
----------------------------- Di Tunggu Kehadirannya ---------------------------
KPA Biocita FORMICA akan mengadakan ACARA "BANTAI" (Buka BAreng RamadhaN di BiociTA FormIca)
----------------------------------------- BANTAI---------------------------------------
Hari : Sabtu
Tanggal : 12 September 2009
Tempat : Sekretariat KPA BIOCITA FORMICA
Biaya : Rp. 15.000,-
Menu : Di pastikan anda akan Puas dan kenyang (Tajil +Menu Utama)
--------- Konfirmasi kehadiran dapat atau tidaknya mengikuti acara ini paling lambat
Jum'at, 11 September 2009 ----------
Jum'at, 11 September 2009 ----------
Contact Person Telp/SMS:
INDRA "Abah" 08561480104
Riany 085222387377
----------------------------- Di Tunggu Kehadirannya ---------------------------
Monday, August 10, 2009
Album Kegiatan Biocita
Monday, June 22, 2009
Persami Bara Cakrawala
Perjalanan dimulai pada hari Sabtu, tanggal 21 Februari 2009. Perjalanan kali ini diikuti oleh 26 orang, 15 orang diantaranya anggota Biocita dan sisanya merupakan warga Biologi. Saat pemberangkatan, ada tiga tim pemberangkatan, yaitu tim pertama yang berangkat pada pukul 11.15 WIB, tim kedua yang berangkat pada pukul 13.00 WIB, dan tim ketiga berangkat ba’da ashar.
Perjalanan dimulai dari UPI pada pukul 11.15 WIB sampai ke desa Patrol menggunakan kendaraan, perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 1 jam dengan kata lain kami sampai pada pukul 12.10 WIB. Setelah beristirahat dan melaksanakan shalat Dzuhur kami melanjutkan perjalanan pada pukul 12.40 WIB. Perjalanan pun dilanjutkan dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan berbagai keindahan mulai kami jumpai, setelah melewati area perkampungan, kami mulai memasuki hutan pinus. Di area ini kami menemukan Oxalis sp (Calincing), tumbuhan yang dapat dimakan dan berasa asam.
Usai menikmati udara di hutan pinus, kami pun memasuki kawasan perkebunan kina. Menurut sumber yang didapat, perkebunan ini sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Perjalanan ini cukup panjang terlebih saat hujan turun. Tetapi, di sepanjang perkebunan ini pula kami mendapatkan sampel lainnya. Rubus rosaefolius atau arbei kami temukan di pinggir-pinggir perkebunan. Selain itu ada pula Bonteng Naga yang tumbuh dan melilit pada beberapa tanaman kina, bagian yang kami manfaatkan adalah buahnya. Di perjalanan ini pula kami bertemu dengan Mapaligi, kelompok pecinta alam dari UNIKOM. Setelah hampir 5 jam kami pun sampai di tempat yang dijadikan basecamp.
Keesokan paginya kami melanjutkan perjalanan, teknik pendakian yang kami gunakan adalah teknik Alpen. Perjalanan ke Sanggara dimulai pada pukul 10.15 WIB setelah semua perlengkapan kami siapkan. Jumlah peserta yang mendaki Sanggara adalah 23 orang. Selama pendakian, kami melakukan sampling BZP. Beberapa yang kami temukan adalah Begonia sp, Centella asiatica, Rubus rosaefolius, dan sebagainya. Pendakian ke Sanggara memakan waktu kurang lebih satu jam. Kami sampai di puncak pada pukul 11.34 WIB.

puncak Sanggara
Puncak Sanggara tidak terlalu luas, disana terdapat nisan peringatan pendaki dari KPA PAMOR. Setelah sejenak memanjatkan doa untuk almarhum, kami melanjutkan sampling BZP di daerah sekitar puncak. Selain sampel BZP, ditemukan pula beberapa spesies lain diantaranya Arrisemia filiformis.

Pukul 13.00 WIB kami pun memutuskan untuk kembali ke basecamp. Menjelang pulang, hujan mulai turun dan bertambah lebat saat kami tiba di basecamp.

Pada pukul 16.20 WIB kami berangkat menuju ke Kampung Patrol untuk pulang. Sepanjang perjalanan, hujan masih tetap turun. Pukul 18.00 WIB kami tiba di tempat tujuan untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke UPI dengan menggunakan kendaraan. Pukul 19.25 WIB tim akhirnya tiba di UPI.
Edit by Div.Humas
Perjalanan dimulai dari UPI pada pukul 11.15 WIB sampai ke desa Patrol menggunakan kendaraan, perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 1 jam dengan kata lain kami sampai pada pukul 12.10 WIB. Setelah beristirahat dan melaksanakan shalat Dzuhur kami melanjutkan perjalanan pada pukul 12.40 WIB. Perjalanan pun dilanjutkan dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan berbagai keindahan mulai kami jumpai, setelah melewati area perkampungan, kami mulai memasuki hutan pinus. Di area ini kami menemukan Oxalis sp (Calincing), tumbuhan yang dapat dimakan dan berasa asam.
Usai menikmati udara di hutan pinus, kami pun memasuki kawasan perkebunan kina. Menurut sumber yang didapat, perkebunan ini sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Perjalanan ini cukup panjang terlebih saat hujan turun. Tetapi, di sepanjang perkebunan ini pula kami mendapatkan sampel lainnya. Rubus rosaefolius atau arbei kami temukan di pinggir-pinggir perkebunan. Selain itu ada pula Bonteng Naga yang tumbuh dan melilit pada beberapa tanaman kina, bagian yang kami manfaatkan adalah buahnya. Di perjalanan ini pula kami bertemu dengan Mapaligi, kelompok pecinta alam dari UNIKOM. Setelah hampir 5 jam kami pun sampai di tempat yang dijadikan basecamp.
Keesokan paginya kami melanjutkan perjalanan, teknik pendakian yang kami gunakan adalah teknik Alpen. Perjalanan ke Sanggara dimulai pada pukul 10.15 WIB setelah semua perlengkapan kami siapkan. Jumlah peserta yang mendaki Sanggara adalah 23 orang. Selama pendakian, kami melakukan sampling BZP. Beberapa yang kami temukan adalah Begonia sp, Centella asiatica, Rubus rosaefolius, dan sebagainya. Pendakian ke Sanggara memakan waktu kurang lebih satu jam. Kami sampai di puncak pada pukul 11.34 WIB.

puncak Sanggara
Puncak Sanggara tidak terlalu luas, disana terdapat nisan peringatan pendaki dari KPA PAMOR. Setelah sejenak memanjatkan doa untuk almarhum, kami melanjutkan sampling BZP di daerah sekitar puncak. Selain sampel BZP, ditemukan pula beberapa spesies lain diantaranya Arrisemia filiformis.

Pukul 13.00 WIB kami pun memutuskan untuk kembali ke basecamp. Menjelang pulang, hujan mulai turun dan bertambah lebat saat kami tiba di basecamp.

Pada pukul 16.20 WIB kami berangkat menuju ke Kampung Patrol untuk pulang. Sepanjang perjalanan, hujan masih tetap turun. Pukul 18.00 WIB kami tiba di tempat tujuan untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke UPI dengan menggunakan kendaraan. Pukul 19.25 WIB tim akhirnya tiba di UPI.
Edit by Div.Humas
Thursday, June 4, 2009
Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia
Hallo Gank....
Setelah sekian lama tidak berkesempatan mengupdate blog ini, akhirnya ada kesempatan.
tanggal 5 Juni biasa diperingati seluruh warga dunia sebagai hari lingkungan hidup. Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni, penetapannya dimulai sejak tahun 1972 melalui Sidang Umum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan menetapkan tanggal tersebut sebagai hari lingkungan hidup sedunia. Pada tahun yang sama dibentuk UNEP (United Nations Environment Program) yang bertanggung jawab terhadap peringatan World Environment Day setiap tahunnya di berbagai negara.
Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati kedua terbesar di dunia tampaknya masih jauh untuk bebas dari permasalahan lingkungan hidup. Negara kita masih tercatat sebagai perusak hutan terhebat di dunia (euleuh...?). Selain itu, singgungan antara kepentingan ekonomi dan ekologi di negeri ini juga tidak berimbang. Dengan mudah, kawasan ekologi bisa berubah menjadi pusat ekonomi.
Sebagai warga Indonesia, kita bertanggung jawab kepada Tuhan YME dan seluruh warga dunia untuk ikut menjaga kelestarian alam Indonesia.
Banyak hal bisa kita lakukan seperti : Buang sampah pada tempatnya, buang limbah setelah diolah dan layak buang, mengurangi penggunaan material plastik, dan saling megingatkan untuk bersama-sama menjaga alam.
Sesederhana itulah sebenarnya cara untuk menjaga lingkungan hidup. Hal yang terberat adalah menjaga konsistensi dan menegakkan hukum.... SALAM LESTARI..!
Setelah sekian lama tidak berkesempatan mengupdate blog ini, akhirnya ada kesempatan.
tanggal 5 Juni biasa diperingati seluruh warga dunia sebagai hari lingkungan hidup. Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni, penetapannya dimulai sejak tahun 1972 melalui Sidang Umum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan menetapkan tanggal tersebut sebagai hari lingkungan hidup sedunia. Pada tahun yang sama dibentuk UNEP (United Nations Environment Program) yang bertanggung jawab terhadap peringatan World Environment Day setiap tahunnya di berbagai negara.
Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati kedua terbesar di dunia tampaknya masih jauh untuk bebas dari permasalahan lingkungan hidup. Negara kita masih tercatat sebagai perusak hutan terhebat di dunia (euleuh...?). Selain itu, singgungan antara kepentingan ekonomi dan ekologi di negeri ini juga tidak berimbang. Dengan mudah, kawasan ekologi bisa berubah menjadi pusat ekonomi.
Sebagai warga Indonesia, kita bertanggung jawab kepada Tuhan YME dan seluruh warga dunia untuk ikut menjaga kelestarian alam Indonesia.
Banyak hal bisa kita lakukan seperti : Buang sampah pada tempatnya, buang limbah setelah diolah dan layak buang, mengurangi penggunaan material plastik, dan saling megingatkan untuk bersama-sama menjaga alam.
Sesederhana itulah sebenarnya cara untuk menjaga lingkungan hidup. Hal yang terberat adalah menjaga konsistensi dan menegakkan hukum.... SALAM LESTARI..!
Sunday, May 10, 2009
Penjelasan Tentang Blog Biocita
Sepertinya ada yang musti disampaikan nich tentang kelanjutan blog...
Sehubungan dengan keberadaan admin yang jauh dari markas (tangerang) maka dimohon buat semua anggota yang bersedia untuk tetap mengelola blog secara terjadwal untuk mengirimkan e-mailnya ke e-mail admin (dna_amroe2006@yahoo.co.id) atau (dna.amroe2006@gmail.com) nanti qt kirim undangannya untuk ditingkatkan keanggotaan blog sebagai admin.
Mohon maaf bahwa tindakan diatas harus dilakukan berhubung hingga saat ini admin cukup kesulitan menghubungi anggota-anggota yang masih 'ol' di kampus jadi mohon dengan sangat bagi anggota yang masih di kampus untuk bergabung sebagai admin biar tetap up to date
Adapun penawaran keanggotan admin ini dilakukan karena; dengan sangat memohon maaf bahwa account halaman utama blog masih menggunakan e-mail pribadi, hal ini terjadi karena awalnya blog ini coba-coba, eeh keterusan..he-he...oleh sebab itu halaman utama blog dengan sangat terpaksa tidak bisa dikirimkan acountnya...
Akan tetapi untuk halaman lain (seperti blog masing-masing angkatan, blog divisi, dll yang tertaut dengan halaman utama telah menggunakan account biocita (biocita_formica87@yahoo.co.id dengan password 'halogenk' (terpaksa nih paswordnya diumbar, habis...jadi sesiapapun yang merasa sebagai anggota boleh..sangat boleh untuk mengedit halaman masing-masing angkatan pada link nya masing-masing dengan account bersama tersebut,
Sekian..terima kasih
n/b
Demi keamanan data, nama password diatas akan segera dihapus dalam jangka waktu seminggu setelah informasi ini
Sehubungan dengan keberadaan admin yang jauh dari markas (tangerang) maka dimohon buat semua anggota yang bersedia untuk tetap mengelola blog secara terjadwal untuk mengirimkan e-mailnya ke e-mail admin (dna_amroe2006@yahoo.co.id) atau (dna.amroe2006@gmail.com) nanti qt kirim undangannya untuk ditingkatkan keanggotaan blog sebagai admin.
Mohon maaf bahwa tindakan diatas harus dilakukan berhubung hingga saat ini admin cukup kesulitan menghubungi anggota-anggota yang masih 'ol' di kampus jadi mohon dengan sangat bagi anggota yang masih di kampus untuk bergabung sebagai admin biar tetap up to date
Adapun penawaran keanggotan admin ini dilakukan karena; dengan sangat memohon maaf bahwa account halaman utama blog masih menggunakan e-mail pribadi, hal ini terjadi karena awalnya blog ini coba-coba, eeh keterusan..he-he...oleh sebab itu halaman utama blog dengan sangat terpaksa tidak bisa dikirimkan acountnya...
Akan tetapi untuk halaman lain (seperti blog masing-masing angkatan, blog divisi, dll yang tertaut dengan halaman utama telah menggunakan account biocita (biocita_formica87@yahoo.co.id dengan password 'halogenk' (terpaksa nih paswordnya diumbar, habis...jadi sesiapapun yang merasa sebagai anggota boleh..sangat boleh untuk mengedit halaman masing-masing angkatan pada link nya masing-masing dengan account bersama tersebut,
Sekian..terima kasih
n/b
Demi keamanan data, nama password diatas akan segera dihapus dalam jangka waktu seminggu setelah informasi ini
Thursday, April 2, 2009
Rapat Kerja Teknis Konservasi Raptor
Sementara dari kalangan akademisi dihadiri oleh delegasi dari UNPAD, UNJ, UNDIP dan UPI diwakili KPA BIOCITA FORMICA (Pend. Biologi) dan AMEPA BOEMI (Pend. Tek. Elektro). Acara ini sendiri merupakan acara yang diselenggarakan oleh Badan Pelestarian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Raptor
SEMINAR PERJALANAN PANJANG
Hallo Gank...!
Informasi- Pada tanggal 21 Maret 2009, telah diselenggarakan SEMINAR HASIL PERJALANAN PANJANG. Seminar Alhamdulillah terlaksana dengancukup baik di ruang E406 gd.JICA FPMIPA UPI.
Dalam seminar ini Biocita mempublikasikan hasil perjalanan angkatan Embun Lembah tentang Fauna Diurnal di Gn. Ciremai dan angkatan Badai Rimba tentang Inventarisasi Anggrek Hutan di Gn. Cangak-Gn. Kucing- Gn. Sembul- Gn. Ipis dan Gn. Kembar, Subang.
acara ini dipandu oleh saudara Fuji (B099BR) dan di moderatori oleh Indra 'Abah' (B101BR). Penyaji dari Embun Lembah adalah Rangga 'Adosh' (B105EL) sedangkan dari Badai Rimba adalah Rita 'Itox' (B097BR). Acara ini disponsori penuh oleh Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI.
Respon dari civitas akademika UPI cukup bagus, ditandai dengan hadirnya 40 lebih peserta dari civitas akademika jurusan Pend. Biologi UPI dan perwakilan KPA se-UPI. Dari hasil sseminar dicapai hasil yang signifikan terutama dalam penyadartahuan mengenai kekayaan flora dan fauna yang harus dikonservasi dan komitmen KPA di UPI untuk membantu Biocita dalam pelestarian alam dan kerjasama dalam kegiatan konservasi oleh KPA se-UPI.
Demikian informasi ini saya sampaikan. foto-fot ntar nyusul deh....hehe....
Div. Humas KPA BIOCITA FORMICA
Informasi- Pada tanggal 21 Maret 2009, telah diselenggarakan SEMINAR HASIL PERJALANAN PANJANG. Seminar Alhamdulillah terlaksana dengancukup baik di ruang E406 gd.JICA FPMIPA UPI.
Dalam seminar ini Biocita mempublikasikan hasil perjalanan angkatan Embun Lembah tentang Fauna Diurnal di Gn. Ciremai dan angkatan Badai Rimba tentang Inventarisasi Anggrek Hutan di Gn. Cangak-Gn. Kucing- Gn. Sembul- Gn. Ipis dan Gn. Kembar, Subang.
acara ini dipandu oleh saudara Fuji (B099BR) dan di moderatori oleh Indra 'Abah' (B101BR). Penyaji dari Embun Lembah adalah Rangga 'Adosh' (B105EL) sedangkan dari Badai Rimba adalah Rita 'Itox' (B097BR). Acara ini disponsori penuh oleh Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI.
Respon dari civitas akademika UPI cukup bagus, ditandai dengan hadirnya 40 lebih peserta dari civitas akademika jurusan Pend. Biologi UPI dan perwakilan KPA se-UPI. Dari hasil sseminar dicapai hasil yang signifikan terutama dalam penyadartahuan mengenai kekayaan flora dan fauna yang harus dikonservasi dan komitmen KPA di UPI untuk membantu Biocita dalam pelestarian alam dan kerjasama dalam kegiatan konservasi oleh KPA se-UPI.
Demikian informasi ini saya sampaikan. foto-fot ntar nyusul deh....hehe....
Tuesday, March 31, 2009
UNDANGAN PERNIKAHAN
Kepada seluruh anggota KPA Biocita Formica, di harapkan kedatangannya dipernikahan
Dani Afgani dan Fitri Wasilah
Dani Afgani dan Fitri Wasilah
Pada Tanggal 5 April 2009, bertempat di Kp. Cirangkong RT 18 RW 07 Desa Makasari Kec. Kalapanunggal ab. Sukabumi. Mulai pukul 11 WIB - selesai.
Tuesday, March 17, 2009
SEMINAR PERJALANAN PANJANG
Assalamu'alaikum Ww. Wb.
Pemberitahuan sekaligus undangan terbuka.
Diberitahukan kepada seluruh Anggota KPA Biocita Formica. Insya Allah akan diadakan Seminar Hasil Perjalanan Panjang tentang Fauna Diurnal di Gn. Ciremai & Sebaran Anggrek di Gn.Cangak-Gn.Kucing-Gn.Sembul-Gn.Kembar.
Seminar dilaksanakan pada :
Hari : Sabtu
Tanggal : 21 Maret 2009
Tempat : e405 Gd. Jica/FPMIPA UPI* (dalam konfirmasi)
Pembicara : Angkatan Embun Lembah dan Badai Rimba, Dr.Topik Hidayat, M.Si
Demikian undangan ini kami sampaikan. Terima Kasih.
Cp : Indra B101BR (08561480104)
Pemberitahuan sekaligus undangan terbuka.
Diberitahukan kepada seluruh Anggota KPA Biocita Formica. Insya Allah akan diadakan Seminar Hasil Perjalanan Panjang tentang Fauna Diurnal di Gn. Ciremai & Sebaran Anggrek di Gn.Cangak-Gn.Kucing-Gn.Sembul-Gn.Kembar.
Seminar dilaksanakan pada :
Hari : Sabtu
Tanggal : 21 Maret 2009
Tempat : e405 Gd. Jica/FPMIPA UPI* (dalam konfirmasi)
Pembicara : Angkatan Embun Lembah dan Badai Rimba, Dr.Topik Hidayat, M.Si
Demikian undangan ini kami sampaikan. Terima Kasih.
Cp : Indra B101BR (08561480104)
Tuesday, February 10, 2009
MILAD ke 22 Biocita, Came to Mr. Yusuf House
Tuesday, February 3, 2009
Turut Berduka
KPA Biocita Formica ikut berduka (meskipun belum ada kepastian mengenai keadaan para korban) terhadap Mahasiswa Pecinta Alam Tribuana Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI) yang mendaki Puncak Gunung Salak.
Para sahabat tersebut adalah:
1. Reza Setia Anggara (Fakultas Kedokteran Semester 5)
2. Muhammad Sofyan (Fakultas Kedokteran Semester 5)
3. Hengki Airlangga (Alumni Fakultas Teknik Informatika)
4. Dimas Hartanto (Fakultas Kedokteran Semester 1)
5. Tugas Mahardika (Fakultas Kedokteran Semester 1)
6. Reski (Fakultas Hukum Semester 1)
7. Tria Mujahid (Fakultas Kedokteran Semester 5)
Hingga kini TIM SAR gabungan yang terdiri dari KODIM setempat, WANADRI, BASARNAS, dan Gabungan Pecinta Alam setempat yang ternagi dalam 15 TIM akan memulai pencarian hari ini. Kita do'akan bersama semoga rekan-rekan kita ditemukan dalam keadaan selamat. Tabah Sampai Akhir. Amiin..
Para sahabat tersebut adalah:
1. Reza Setia Anggara (Fakultas Kedokteran Semester 5)
2. Muhammad Sofyan (Fakultas Kedokteran Semester 5)
3. Hengki Airlangga (Alumni Fakultas Teknik Informatika)
4. Dimas Hartanto (Fakultas Kedokteran Semester 1)
5. Tugas Mahardika (Fakultas Kedokteran Semester 1)
6. Reski (Fakultas Hukum Semester 1)
7. Tria Mujahid (Fakultas Kedokteran Semester 5)
Hingga kini TIM SAR gabungan yang terdiri dari KODIM setempat, WANADRI, BASARNAS, dan Gabungan Pecinta Alam setempat yang ternagi dalam 15 TIM akan memulai pencarian hari ini. Kita do'akan bersama semoga rekan-rekan kita ditemukan dalam keadaan selamat. Tabah Sampai Akhir. Amiin..
Subscribe to:
Posts (Atom)




